Mata Rantai Tawuran Harus Diputus

0
269
Puluhan pelajar melakukan tawuran dengan warga yang berada di Jalan. Abdulah Syafei, Gudang Peluru, Jakarta, Jumat (4/11/2015). Tawuran pelajar ini kerap terjadi hampir setiap siang hari.

 

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menegaskan agar setiap sekolah di Cianjur memberikan sanksi berat bagi siswanya yang terlibat aksi tawuran. Tidak hanya itu, mereka yang minum-minuman keras atau sekedar membawa senjata tajam pun perlu ditindak.

Hal itu diungkapkan Herman selepas menjadi pembina upacara di salah satu sekolah yang puluhan siswanya diamankan oleh anggota Kodim 0608 Cianjur lantaran terlibat tawuran. Menurutnya, tidakan tersebut sudah bukan kenakalan remaja melainkan menjurus pada aksi kriminal.

“Mereka bawa senjata tajam dan melukai siswa lain yang dianggap musuh bahkan terkadang sampai meninggal. Tentu itu sudah masuk ke ranah kriminal, sehingga jika diproses hukum pun bisa terjerat,” ungkap Herman, Senin (5 Desember 2016).

Menurutnya, tindakan tawuran akan terus terjadi jika mata rantainya tidak diputus, yakni dengan menghindarkan siswa dari hasutan seniornya. Tidak hanya itu, sanksi yang diterapkan pun terkadang tidak tegas, sehingga anak tidak takut untuk melakukannya.

“Maka dari itu, tindak tegas. Kalau kebijakannya dikeluarkan ya dikeluarkan, jangan sampai karena satu orang seluruh siswa jadi berperilaku buruk. Akan banyak korban jika dibiarkan.”

Herman, menambahkan, para penjual jamu juga akan ditertibkan. Pasalnya di bawah pengaruh alkohol para siswa itu akan lebih berani dan nekad untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

“Melalui gerakan keagamaan tentu yang diharapkan generasi muda khususnya yang masih sekolah dapat menjadi penerus yang baik. Kami berantas depot jamu supaya tidak meracuni para siswa.”

Herman menambahkan, pihaknya bakal terlebih dulu melakukan audiensi dan dengar pendapat dari kepala sekolah dan dewan pendidikan. “Jika semua sudah setuju maka ada kesepakatan sanksinya. Terlepas dari berbagai kepentingan antargolongan, kami ingin tawuran di Cianjur hilang,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments