Kesejahteraan Guru Ponpes Harus Diperhatikan

0
185

CIANJUR, patas.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka, mendorong pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan guru di pondok pesantren ataupun madrasah. Tidak hanya itu, para santri juga diharapkan dapat terus berkontribusi dalam penguatan NKRI dan implementasi setiap poin dalam Pancasila.

Para tenaga pengajar di madrasah dan pondok pesantren, ujar Diah, masih hidup dalam keterbatasan. Pasalnya mereka mendapatkan penghasilan seadanya, sebab mayoritas madrasah tergantung pada pembayaran yang seikhlasnya dari‎ orangtua murid.

‎”Mereka memberikan kontribusi yang cukup besar dalam dunia pendidikan. Sudah sepantasnya kesejahteraan mereka turut diperhatikan,” ucap politisi dari PDI Perjuangan itu saat berkunjung ke Cianjur dalam acara “Sosialisasi 4 Pilar”, Minggu (27 November 2016).

Menurut Diah, para guru di lingkungan sekolah formal mulai dari MI, MTs, sampai MA pun kerap mengalami keterlambatan tunjangan dari pemerintah. Bahkan mereka harus mengutang atau meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan‎. “Ada yang sampai tiga atau enam bulan baru mendapatkan tunjangan, ini yang patut diperhatikan serius,” ucapnya seraya meminta pemerintah menetapkan standariasi upah guru di ponpes dan madrasah.

“Ke depan harus ada standar upahnya, supaya penghasilannya jelas.”

Di samping itu, Diah juga mendorong pendidikan kebangsaan diajarkan di lingkungan ponpes atau madrasah. Hal itu dilakukan untuk menguatkan kontribusi dan pemahaman para santri dalam menjaga kedaulatan serta kesatuan berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Santri menjadi salah satu pihak yang turut berjuang dalam merebut kemerdekaan dan keutuhan NKRI. Itu harus dipertahankan. Tentunya selain pendidikan agama, ilmu tentang kebangsaan yang berdasar pada Pancasila harus diberikan, dan sebaiknya itu jadi kurikulum yang masuk di lingkungan ponpes atau madrasah,” kata dia. (isl)

Comments

comments