Guru Honorer Minta Jaminan Kesejahteraan

0
297

CIANJUR, patas.id – Guru honorer di Kabupaten Cianjur mendorong pemerintah RI untuk membuat regulasi yang melindungi para guru. Tidak hanya itu, kesejahteraan honorer yang masih di bawah layak pun diminta untuk diperhatikan dan dijamin.

Hal itu diungkapkan ‎Koordinator Gerakan Honorer Kategori 2 Indonesia Bersatu Kabupaten Cianjur, Magfur. Menurutnya saat diwawancarai pada Jumat Jumat (25 November 2016), para guru saat ini masih dihantui ketakutan adanya laporan atau tindakan dari orangtua siswa dari setiap upaya pendisiplinan siswa.

“Ini yang kami sayangkan, kami ingin mendidik dan mendisiplinkan siswa namun seringkali dianggap sebagai tindakan melanggar hukum. Padahal kami juga tahu batasan dan tidak sampai mencederai‎. Tapi beberapa kasus yang mencuat membuat guru jadi khawatir,” keluhnya.

Menurut Magfur, harus ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah RI, khusunya undang-undang yang melindungi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.  “Kami minta adanya perlindungan hukum tersebut. Jangan sampai guru jadi segan kepada siswa, akibatnya kedisiplinan siswa sendiri yang akan terabaikan karena guru tak berani menegur atau menghuku (dalam atas wajar),” kata dia.

Di samping itu, dia mengungkapkan jika kesejahteraan guru honorer perlu diperhatikan secara serius. Pasalnya upah guru honorer sangat minim, jauh dari upah yang diterima guru PNS. Padahal tanggung jawab dan beban kerja sama besarnya.

“Di Cianjur ada 3.985 guru honorer kategori 2 dan sekitar 3.000 guru honorer non kategori 2. Kesejahteraan mereka sangat kurang, bahkan beberapa di antaranya mencari sampingan mulai dari dagang atau pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada juga yang jualan sate pada malam harinya, dan harus mengajar pada pagi hari.”
‎Magfur berharap pemerintah dapat menetapkan upah minimum kabupten (UMK) bagus guru honorer. Dengan begitu mereka tidak akan lagi terpecah konsentrasi mengajarnya oleh kebutuhan atau pekerjaan di luar profesinya. “Minimal ada upah yang distandarisasikan, jangan hanya bergantung pada dana BOS. Kasihan para guru honorer, mereka juga berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengharapkan para guru di Cianjur bisa berperan maksimal dalam proses peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia). Sehingga Cianjur tidak lagi berada di peringkat terbawah di Jawa Barat dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang masih di angka 6,8 tahun. “Tentu harus naik dari posisi tersebut. Kualitas dan kinerja guru ditingkatkan, kesejahteraan diperhatikan. Semoga target tersebut bisa terealisasi,” tandasnya. (isl)

Comments

comments