Menghadapi Porda Jabar, Ketua KONI Malah Mundur

0
186

CIANJUR, patas.id – Durosid mengundurkan diri dari jabatan Ketua KONI Kabupaten Cianjur, Minggu (3 Desember 2017). Keputusan yang diambil Durosid ini disayangkan oleh pengurus cabor, sebab pengunduran dirinya tepat di saat babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat, tengah berlangsung.

Kepastian mundurnya Durosid yang baru menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Cianjur selama sembilan bulan itu disampaikan dalam pertemuan di salah satu rumah makan di Jalan Dr Muwardi, Cianjur. Bahkan Ketua KONI Jawa Barat, Ahmad Saepudin pun turut hadir dengan disaksikan para pengurus cabor.

Durosid, mengatakan, surat pengunduran dirinya sudah diajukan sejak 17 November 2017 lalu dan baru dijawab serta langsung disetujui tertanggal 3 Desember 2017.

“Sudah dua pekan lalu saya ajukan, alhamdulillah hari ini saya terima persetujuan dan surat pengunduran diri dari KONI Jawa Barat,” ungkap dia kepada wartawan usai pertemuan dengan pengurus cabor, Minggu (3 Desember 2017).

Menurutnya, keputusan itu dia ambil lantaran ada kesibukan di luar KONI. Dia mengaku sudah berusaha membagi waktu, namun tetap tidak terbagi dengan baik. Oleh karena itu, dia memilih untuk mengurangi aktivitas, yakni mundur dari jabatan Ketua KONI Kabupaten Cianjur.

Ditanya alasan lain terkait pemunduran dirinya lantaran dukungan dana yang kurang dari Pemerintah Kabupaten Cianjur atau faktor lain, Durosid enggan berbicara dan tetap berdalih terlalu banyak kesibukan di luar.

“Ini karena urusan membagi waktu, jadi daripada perusahaan saya di luar tidak berjalan dan KONI tidak terurus maksimal, lebih baik saya mundur. Pada intinya tetap itu, bukan karena faktor lain,” ucapnya.

Namun, dia mengaku bakal tetap berada di lingkungan olahraga di Kabupaten Cianjur. “Daripada saya berada di tengah warga dan lingkungan ini tapi tidak berguna, lebih baik mundur dan step by step. Terima kasih sudah banyak apresiasi pada pemunduran diri saya, termasuk langsung dihadiri Ketua Koni Jawa Barat,” kata dia.

Menurutnya, penjabat sementara atau pelaksana tugas bakal dibahas dalam rapat pleno, Senin (4 Desember 2017). “Saya harap semuanya dapat tetap menjaga kondusivitas ke depan,” katanya.

Ketua KONI Jawa Barat, Ahmad Saepudin, mengatakan, secara lisan Durosid sudah menyampaikan argumen, alasan, dan pertimbangan pengunduran dirinya. Selain itu ada yang dituakan di keluarganya yang menyampaikan ilustrasi penguduran diri.

“Setelah itu, secara tertulis Durosid mengusulkan pada 17 November 2017. Setelah dikaji bidang organisasi, dihitung kalkulasi positif dan negatifnya, secara organisasi perlu menjawab, dan jawabannya saya merekomendasi atau menerima pengunduran diri, terhitung Minggu, 3 Desember 2017,” kata dia.

Menurutnya, dengan mundurnya Ketua KONI, maka dari tiga wakil yang ada di KONI Kabupaten Cianjur, harus ditunjuk salah satunya sebagai Plt untuk menyiapkan Muskablub karena ada pengunduran diri.

“Batas waktunya untuk Plt maksimal 14 hari, tapi saya minta sepekan sudah ada yang ditunjuk. Sementara untuk pemilihan ketua batas maksimalnya enam bulan, namun lebih cepat lebih baik, soalnya situasional menghadapi Porda Jabar 2018,” tuturnya.

Dia berharap, dengan kondisi seperti ini tidak ada perubahan di tubuh olahraga Kabupaten Cianjur. Dia menginginkan siapa pun ketuanya olahraga harus terus maju. “Kami akan turun membantu juga, membantu Kabupaten Cianjur sampai ke kondisi normal kembali,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABSI) Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi, menilai mundurnya Durosid merupakan sikap yang tidak jantan, pasalnya saat ini momentum babak kualifikasi dan mendekati Porda Jabar.

“Harusnya selesaikan dulu pekerjaan rumahnya, yakni BK (babak kualifikasi) dan Porda, baru silakan mundur. Ini saat momen BK, sudah mundur,” katanya.

Ditanya apakah pengunduran dirinya terlalu mendadak atau tidak, Sahli menegaskan seharusnya kalau ingin mundur sejak awal kepemimpinan, bukan di tengah perjalanan.

“Mau itu dadakan atau tidak, saya kan sudah ngomong, kalau tidak mampu mundur dari sekarang. Itu sudah sejak dulu. Bukannya malah di tengah-tengah seperti ini,” tegasnya.

Dia pun mempertanyakan siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas mundurnya Ketua KONI tersebut serta kondisi sekarang dengan tidak adanya pimpinan definitif di tubuh KONI Kabupaten Cianjur.

“Siapa yang sekarang harus tanggung jawab? Ke mana pimpinan daerah dengan kondisi sekarang ini? Jadi timbul pertanyaan juga, ada apa dengan Durosid sampai mundur?” pungkasnya. (isl)

Comments

comments