Kasus Korupsi Neymar Dibuka Kembali

0
266

MADRID, patas.id – Pengadilan Spanyol meminta pesepakbola Neymar (24 tahun) untuk menghadiri persidangan terkait dugaan korupsi transfer klub sepakbola Barcelona. Hakim pengadilan nasional, Jose de la Mata, sempat menutup kasus ini pada Juli 2016 lalu karena kurangnya bukti, namun keputusan tersebut dianulir dan kasus dibuka kembali hari Senin (7 November 2016) karena adanya bukti-bukti tambahan.

Selain Neymar, pihak lain yang ikut terseret dan menjadi tertuduh korupsi dalam kasus ini adalah orang tua Neymar yang bertindak sebagai agen Neymar, Presiden Barca Josep Maria Bartomeu, serta mantan Presiden Barca Sandro Rosell yang mengundurkan diri setelah terjadinya skandal 2014.

Kasus bermula dari keluhan perusahaan investasi Brazil DIS yang memiliki hak sebesar 40% atas segala keuntungan finansial yang didapat Neymar selama bermain di klub Santos, Brasil. Saat terjadi transaksi transfer antara Santos dan Barcelona pada 2013, pihak Barcelona mengumumkan bahwa jumlah transfer Neymar adalah sebesar €57,1 juta.

Dari jumlah tersebut, sebesar €17,1 juta diberikan kepada Santos dan sisanya sebesar €40 juta diserahkan pada N & N, perusahaan mulik keluarga Neymar. Pihak DIS menerima 40% bagian keuntungan Santos, yakni sebesar €6,8 juta.

Namun, belakangan muncul bukti-bukti bahwa besarnya transfer Santos-Barcelona bukanlah €57,1 juta, melainkan €83,3 juta. Artinya, pihak Barcelona-Santos-Neymar telah bersekongkol menutupi jumlah yang sebenarnya untuk menghindari pajak dan mengambil bagian dari keuntungan yang seharusnya diterima oleh DIS, yakni sebesar €3,2 juta. DIS berpendapat bahwa bagiannya dirampas dari kesepakatan transfer.

Pada Senin (7 November 2016) malam, klub Barcelona mempublikasikan respon dalam website mereka terkait kasus ini:

“Direksi memutuskan untuk mengajukan banding atas keputusan yang dibuat oleh Hakim Jose de la Mata di Madrid.”

Hakim mempersilakan pihak-pihak yang bersengketa untuk mempersiapkan diri selama 10 hari ke depan. Jika terbukti bersalah dalam kasus korupsi ini, Neymar akan dikenai hukuman penjara enam bulan hingga 2 tahun serta denda yang sangat berat. Di negara asalnya sendiri, Brasil, Neymar menghadapi tuntutan penggelapan pajak. (cho)

Comments

comments