Aksi Kamisan Cianjur Dikawal Ketat Ratusan Aparat Keamanan

0
24

CIANJUR, patas.id – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Cianjur menggelar aksi di depan gerbang Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kamis (31 Oktober 2019). Mereka meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo segera menuntaskan kasus-kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

“Hingga saat ini negara tidak berpihak pada penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk pemerintahan Presiden Jokowi. Contohnya kasus pembunuhan Munir, Marsinah, dan Wiji Thukul,” ujar Jafar Sidik, koordinator Aksi Kamisan Cianjur, Kamis (31 Oktober 2019).

Menurut Jafar, sejak periode pertama pemerintahan Jokowi, kasus pelanggaran HAM tidak menjadi prioritas. Kasus Marsinah, Wiji Thukul, Munir, dan Tragedi 1998 hanya beberapa contoh kasus yang hingga kini tidak jelas penyelesaiannya.

“Kasus-kasus pelanggaran HAM terjadi sejak Orde Baru hingga saat ini, tapi tak pernah tuntas meskipun sudah beberapa kali ganti presiden. Pemerintahan Jokowi pun tak berpihak pada penyelesaian kasus pelanggaran HAM ini,” tegas Jafar.

Oleh sebab itu, tukas Jafar, Aksi Kamisan Cianjur akan terus melakukan aksi rutin setiap hari Kamis agar masalah pelanggaran HAM ini ada perhatian dari pemerintahan saat ini.

“Kami bersama rekan-rekan di seluruh daerah di Indonesia akan terus melakukan aksi ini,” tandas dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi yang digelar sore hari oleh belasan mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat keamanan, baik dari Polres Cianjur, TNI, maupun Satpol PP Kabupaten Cianjur. Selama aksi, pintu gerbang Kantor Pemkab Cianjur ditutup rapat. Para pendemo menggelar aksi di pinggir jalan.

“Ini aksi damai, jadi aparat kepolisian tak perlu melakukan tindakan represif. Sebab, kita sama-sama manusia,” tukas Jafar. (daz)

Comments

comments