Sejarah Hari Santri Berawal dari Cianjur

0
36

CIANJUR, patas.id – Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Habib Muhammad Bahrun, mengatakan bahwa sejarah peringatan Hari Santri Nasional (HSN) bermula dari Cianjur. Sebab, sebelum ditetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, di Cianjur, tepatnya di Kecamatan Cipanas, sudah diperingati setahun sebelumnya.

“Saya katakan bahwa Cianjur ini sangat bersejarah dalam peringatan Hari Santri Nasional. Kenapa? Karena usulan-usulan yang disampaikan kaitan dengan penetapan HSN disetujui oleh pusat,” ujar Habib Bahrun pada peringatan HSN ke-6 di Lapangan Brigade Mobile seberang Istana Cipanas, Selasa (22 Oktober 2019).

Hari ini, kata Habib Bahrun, secara nasional Hari Santri Nasional diperingati untuk yang ke-5. Namun, di Cianjur, tahun ini merupakan peringatan yang ke-6. Pada usulan awal kegiatan Hari Santri Nasional akan dilaksanakan pada 1 Muharam atau bertepatan dengan Tahun Baru Islam.

“Usulan itu ditolak karena bertepatan dengan Tahun Baru Islam. Hal itu dikhawatirkan akan terjadi overlap, sehingga dimundurkan ke tanggal 22 Oktober. Itu sebuah resolisi jihad dan munculnya resolusi jihad itu dari pondok pesantren,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional ini sebelum ditetapkan dan berlaku secara nasional telah dilakukan di Cianjur, tepatnya di Cipanas.

“Jadi Cianjur ini adalah perintis dan pengusul kepada Presiden RI supaya Hari Santri Nasional ini resmi ditetapkan, dan itu sudah terwujud setahun berikutnya,” pungkasnya.

Di Cianjur, peringatan Hari Santri Nasional 2019 digelar di dua tempat berbeda. Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar peringatan Hari Santri Nasional di Alun-Alun Cianjur. Sementara Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Cipanas menggelar kegiatan serupa di Lapangan Brimob Cipanas.

Plt Bupati Cianjur menyayangkan adanya dua kegiatan yang sama di tempat yang berbeda. “Harusnya disatukan saja bareng-bareng di sini, tak perlu ada kegiatan yang sama di tempat berbeda. Kesannya ada kegiatan tandingan,” kata Herman.

Melihat antusiasme peserta dalam peringatan HSN 2019, Herman mengaku salut sekaligus terharu. “Ribuan santri datang, mereka tidak diundang secara resmi, tapi tergerak untuk ikut berpartisipasi. Sungguh menakjubkan,” tutur Herman. (daz)

Comments

comments