Komisi V Evaluasi Persiapan Arus Mudik

0
80

CIANJUR, patas.id – KOMISI V DPR RI terus mengevaluasi berbagai kemungkinan yang bisa jadi kendala menjelang arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah. Sejauh ini hasil pengamatan di lapangan yang dilakukan Komisi V DPR RI, hal-hal teknis dan non-teknis dalam tata kelola arus mudik nanti sedikit demi sedikit sudah bisa diatasi Kementerian Perhubungan.

“Insyaallah, tahun ini (tata kelola) lebih bagus. Kemarin yang kami evaluasi itu di tol Palimanan ke sana (arah Jawa Tengah). Di sana rest area-nya terbilang masih sedikit. Kami sudah minta penambahan,” kata Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, anggota Komisi V DPR RI, saat ditemui di Cianjur, belum lama ini.

Wakil rakyat dari Dapil Jabar III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor) ini menyebut moda transportasi yang dipersiapkan Kementerian Perhubungan saat arus mudik Idul Fitri nanti meliputi udara, laut, dan darat. Ia menilai, persiapan di jalur darat sudah berjalan cukup bagus. Misalnya soal jasa pengangkutan sepeda motor yang sudah dipersiapkan pemerintah.

“Paling yang harus diantisipasi kemungkinan bertambahnya pemudik yang menggunakan pesawat dan kereta api. Pemudik menggunakan mobil juga dipastikan akan bertambah,” ucap legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Kemungkinan tingginya pemudik menggunakan kendaraan pribadi, kata Eem, juga harus bisa diantisipasi. Hal itu berkaca dari tragedi di tol Brebes Exit (Brexit) saat arus mudik Idul Fitri beberapa waktu lalu.

“Pintu tol keluar dan masuk harus bisa diantisipasi. Kami juga sudah mengajukan adanya under pass maupun fly over di persimpangan-persimpangan tol masuk dan keluar,” jelasnya.

Eem mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiapkan helikopter untuk memantau arus lalu lintas selama mudik nanti. Termasuk menyiapkan posko-posko kesehatan di rest-rest area.

“Helikopter dibutuhkan ketika terjadi kemacetan yang crowded. Sehingga penanganannya bisa cepat dilakukan,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang akan menambah gerbong kereta api sebagai antisipasi melonjaknya pemudik. Namun adanya program mudik gratis bisa jadi satu di antara solusi mengurangi jumlah pemudik menggunakan moda transportasi angkutan-angkutan umum.

“Belum ditambah bus gratis yang disiapkan perusahaan-perusahaan bagi karyawannya yang akan mudik. Kami (PKB) juga akan menyiapkan (bus gratis) khusus ke arah Jawa Timur,” pungkas Eem. (daz/*)

Comments

comments