TKW Asal Cianjur Meninggal di Damaskus

0
240

CIANJUR, patas.id – Napiroh binti Adang Jayadi (41 tahun), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Palahlar RT 03/RW 02 Desa Sukamahi Kecamatan Cijati dikabarkan meninggal dunia di Damaskus. Napiroh merupakan korban perdagangan manusia dengan modus menjadi TKW.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Napiroh berangkat dari Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Uni Emirat Arab pada 26 September 2016 dengan visa yang dikeluarkan oleh Kedubes Uni Emirat Arab di Jakarta sebagai pelayan rumah tangga dari majikan Ibrahim Husen Muhammad Zar’ouni.

Setelah bekerja beberapa lama, Napiroh meninggal dunia di Damaskus, Suriah Senin (27 Maret 2017) sekitar pukul 20.30 waktu Damaskus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar Wahyunigtyas melalui Sekretaris Disnakertrans, Heri Suparjo, mengiyakan adanya seorang warga Cianjur yang meninggal dunia di Damaskus. “Dia meninggal karena sakit,” ujarnya pada wartawan, Rabu (4 April 2017).

Heri mengatakan, dari hasil komunikasi dinas dengan pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta, Napiroh merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking. “Selain berangkat dengan menggunakan administrasi yang salah. dia juga berangkat ke Damaskus pascamoratorium, yaitu 26 September 2016,” paparnya.

Heri pun menambahkan bahwa Napiroh berangkat ke luar negeri dengan menggunakan paspor umum bukan untuk TKI.

“Napiroh berangkat dengan menggunakan paspor umum yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Bandar Lampung dengan nomor B 4737855.”

Rencananya, jenazah Napiroh akan tiba di Indonesia, Rabu (5 April 2017) sektar pukul 05.30 WIB. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan di lingkungan tempat tinggal almarhumah dan mereka sudah siap untuk menerima jenazah,” ucapnya.

Heri berharap tidak ada lagi warga Cianjur yang jadi korban trafficking dengan modus TKI di masa mendatang. “Warga harus lebih kritis untuk menanyakan tujuan dan dokumen resmi sebelum berangkat,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments