Harga Permen Dot “Narkoba” Cuma 133 Rupiah dan Punya Serifikasi Halal

0
421


SURABAYA, patas.id – Heboh permen dot yang diduga mengandung narkoba hingga kini masih berlanjut, menyusul uji laboratorium yang hingga kini belum keluar. Namun Plt Balai Pusat Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, Kepala BBPOM Surabaya Retno Purpaningsih, memastikan permen impor dari Cina tersebut memikili izin edar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, heboh permen dot narkoba ini dimulai saat Satpol PP Surabaya melakukan razia siswa yang bolos sekolah di kawasan Surabaya timur minggu lalu. Menurut Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto, saat ditanya mengapa bolos, salah seorang pelajar SD mengaku pusing setelah memakan permen dot bermerk “Permen Keras” yang dijual di warung dekat sekolahnya.

“Pelajar SD ini mengaku pusing setelah mengkonsumsi permen tersebut.”

Warga yang mengetahui kejadian tersebut pun resah karena takut permen tersebut mengandung narkoba atau zat berbahaya, terutama bagi anak-anak. Penyisiran dan dan penyitaan permen dot pun kemudian dilakukan dari warung, pedagang asongan, hingga toko di 14 kecamatan di Surabaya.

Dari hasil penelusuran petugas, diketahui permen seharga Rp 1.000 ini berbentuk bubuk tabur berwarna merah muda. Untuk mengonsumsinya, bubuk tersebut harus dicampur air lalu diminum dari bungkusnya yang berbentuk dot bayi kecil.

Sayangnya, meskipun memiliki ijin edar, dalam kemasan permen tersebut tidak dicantumkan label dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Padahal, permen tersebut diimpor dari luar negeri. Namun, Kepala Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surabaya, AKBP Suparti meminta masyarakat tidak resah dan menunggu hasil uji laboratorium keluar.

“Karena belum pasti kandungan permen itu ada narkobanya.”

Patas menyelusuri asal muasal Permen Keras tersebut ke beberapa suplier online yang menyediakan makanan dan minuman ekspor. Dari website Alibaba, ditemukan sebuah produk dengan gambar serupa yang diberi watermak “Huadzijie”, nama produsen permen yang pabriknya berlokasi di Guangdong, Cina.

Dalam spesifikasi produk, disebutkan bahwa permen yang dijual dengan nama “Hot Selling Feeding Bottle Candy / Nipple Lollipop with Sour Powder” tersebut memiliki sertifikat CNAS, PONY, SGS, EN71, HALAL, ISO, serta HACCP. Harga yang ditawarkan suplier cukup murah dan menggiurkan, yakni sebesar $0,01 atau sekitar Rp 133 jika membeli minimal 1.000 karton. Selain itu, suplier juga menawarkan kemudahan mengganti kemasan dan desain, jika pembeli menginginkannya. (cho)

Comments

comments