Indonesia Jajaki Impor Sapi dari Amerika Utara, Australia Ketar-ketir

0
262

AUSTRALIA, patas.id – Eksportir sapi Australia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menjajaki kemungkinan pembelian sapi dari negara-negara di Amerika Utara seperti Brazil, Uruguay, dan Kolombia. Hal ini nampaknya membuat Australia sedikit khawatir karena selama 20 tahun terakhir, mereka adalah supplier utama sapi Indonesia.

Indonesia telah menunjukkan minat pada sapi-sapi Amerika Utara sejak satu dekade lalu. Hal ini sejalan dengan tujuan menurunkan harga sapi lokal, demikian dilansir ABC. Namun baru pada bulan November lalu, Menteri Perdagangan Enggar Lukita mengungkapkan keinginan Indonesia untuk membuka perdagangan. Rencananya, pada bulan Maret 2017 nanti, eksportir sapi Brasil, Uruguay dan Kolombia akan mengunjungi Indonesia untuk menegosiasikan kemungkinan jumlah dan harga daging impor.

Eksportir dari Frontier International, Ashley James, mengungkapkan bahwa dia mendapat informasi bahwa daging sapi Amerika Utara jauh lebih murah ketimbang daging sapi Australia, yakni senilai US$1,50 per kilogram atau setara Rp 20 ribu dengan sistem FAS atau free alongside. Artinya, Indonesia yang memikul biaya pengangkutan barang dan risiko terhadap barang. Selain itu pembeli memiliki kewajiban untuk mengurus formalitas ekspor.

“Namun kudengar, ada negara di Amerika Utara yang menawarkan US$2,50 atau setara Rp 34 ribu per kilo termasuk CIF (cost, insurance and freight). Entah benar atau tidak, aku tak tahu. Namun jika benar, artinya mereka menawarkan harga yang 1 dollar lebih murah dari Australia.”

Pengiriman dari Amerika Utara akan memakan waktu selama 21-23 hari dan kabarnya, Indonesia akan menyediakan satu pulau khusus sebagai zona karantina untuk mencegah masuknya sapi yang terinfeksi FMD  (foot and mouth disease).

James mengungkapkan bahwa persaingan ini bisa menyulitkan bisnis importir sapi Australia. “Kita harus melakukan apa yang telah kita lakukan selama 20 tahun terakhir, yakni menyuplai Indonesia dengan sapi Brahman kualitas terbaik yang bebas penyakit. Semoga dalam 6 bulan ke depan, hal itu terwujud.”

Brasil dan Uruguay adalah eksportir daging sapi terbesar ke Cina setelah memenangkan persaingan dari Australia tahun lalu. Biaya produksi yang rendah membuat negara-negara Amerika Utara bisa menjual sapinya dengan harga rendah. Tak heran jika potensi ekspor ke Indonesia ini membuat Autralia ketar-ketir.

Peternakan sapi di wilayah Amazon Brasil memang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Jumlah ternak meningkat 200% antara tahun 1993 dan 2013. Menurut para peneliti, saat ini terdapat kurang lebih 60 juta sapi di negara Samba tersebut dengan luas peternakan kurang lebih sebesar negara Italia. Pusat peternakan sapi di Brasil terletak di negara bagian Para, dimana 40% sapi-sapi tersebut merumput. (cho)

Comments

comments