Pilot Mabuk Citilink Akhirnya Dipecat

0
203

JAKARTA, patas.id – Kasus pilot Citilink yang diduga mabuk akhirnya membuat manajemen Citilink gerah. Meskipun hasil tes urine menunjukkan hasil bahwa pilot berinisial TP tersebut negatif narkoba, namun akhirnya sang pilot dipecat dengan alasan prosedural.

Kasus pilot pesawat Citilink bermula hari Rabu (28 Desember 2016), saat para penumpang penerbangan QG 800 jurusan Surabaya-Jakarta diresahkan oleh racauan pilot yang dianggap melantur saat memberikan pengumuman. Karena menduga pilot mabuk, penumpang memintanya turun. Sebanyak 154 penumpang pun terpaksa menunggu selama 1 jam dari jadual penerbangan sebelumnya pukul 05.15 WIB menjadi pukul 06.20 WIB.

Manajemen Citilink sendiri awalnya membantah bahwa sang pilot dalam keadaan mabuk karena pilot yang bersangkutan telah dibawa ke klinik kesehatan bandara untuk melakukan tes urine yang hasilnya dinyatakan negatif. Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S. Butarbutar, hanya meminta maaf atas keterlambatan penerbangan.

“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh penumpang penerbangan Citilink Indonesia QG 800 tanggal 28 Desember 2016.”

Namun setelah rekaman CCTV beredar luas di jejaring sosial, rupanya Citilink mengubah pendirian. Dalam rekaman CCTV tersebut nampak kondisi pilot yang memang terlihat sempoyongan dan tak layak menerbangkan pesawat saat memasuki ruang deteksi bandara. Tak hanya sempoyongan, sang pilot pun nampak tak sadar saat barang-barangnya berhamburan dari dalam tas. Dalam rekaman video berdurasi 2 menit tersebut, nampak petugas bandara dengan sabar membantu pilot bersangkutan.

https://www.youtube.com/watch?v=FGFb3Grp3jI

Bertempat di kantor Citylink, Menara Citicon, Slipi-Jakarta Barat, Direktur Utama Citilink, Albert Burhan, mengatakan pilot berinisial TP telah melanggar dan mengabaikan sejumlah Standar Operating Procedure (SOP) penerbangan sehingga manajemen memutuskan untuk memecat pilot bersangkutan pada Jum’at (30 Desember 2016).

“Pilot itu telah melakukan kesalahan berat yaitu tidak menjalankan (SOP) penerbangan dengan baik sehingga membahayakan penumpang.”

Selain SOP, lanjut Albert, ada tiga aturan fundamental lain yang dilanggar TP, yakni: undang-undang ketenagakerjaan, peraturan perusahaan, serta kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) Citilink. (cho)

Comments

comments