Keamanan Gas 5 Kilogram Dipertanyakan

0
188

CIANJUR, patas.id – Camat Bojongpicung, Hendi Prasetyadhi mempertanyakan keamanan dari tabung elpiji, salah satunya elpiji lima kilogram atau bright gas. Pasalnya elpiji model terbaru tersebut mengakibatkan tujuh orang warganya mengalami luka bakar lantaran meledak.

Menurutnya, warga di wilayahnya sudah memahami secara baik cara pemasangan elpiji, namun kerusakan pada tabung sering membuat masalah yang berakibat munculnya korban luka.

“Seperti yang saat ini, tabung tersebut tiba-tiba menyemburkan gas. Padahal dipasang secara benar. Kalaupun ada kesalahan dari warga, pasti sebelumnya kompor menyala, tapi kan ketika dipasang kompor tidak berfungsi,” kata dia.

Sebelumnya, ungkap dia, kasus serupa juga pernah terjadi, namun dengan jenis elpiji yang berbeda. “Tahun lalu sempat terjadi, tapi dari epliji tiga kilogram. Kasusnya serupa, tabung yang bocor,” kata dia.

Menurutnya, keamanan dari tabung elpiji harus juga diperhatikan dan dipertanyakan. Pasalnya, dia tidak ingin ada warga di Bojongpicung yang kembali menjadi korban dari ledakan elpiji.

“Harus diperhatikan dan jadi evaluasi, jangan sampai muncul korban lagi. Kalau memang kondisinya rusak, ketika di pangkalan atau di pengisian jangan dikeluarkan atau dipasarkan,” tegasnya.

ā€ˇSebelumnya, Sebanyak tujuh orang warga Kampung Cikupa RT 06/RW 01 Desa Kemang Kecamatan Bojongpicung harus mendapatkan penanganan intensif akibat terkena ledakan elpiji, Rabu (28 Desember 2016) pagi. Beberapa korban mengalami luka bakar serius, rata-rata di angka 50 persen.(isl)

Comments

comments