Kunjungan Perdana Menteri dan 200 Pengusaha Belanda

0
206

JAKARTA, patas.id – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte melakukan pertemuan bilateral dengan presiden Indonesia Joko Widodo. Dalam kunjungan tersebut, Rutte membawa 3 menteri dalam kabinet Belanda serta 200 pengusaha bersamanya.

Pertemuan bilateral dimaksudkan untuk membahas hubungan kerjasama di sektor ekonomi antara Indonesia dan Belanda, khususnya di bidang perdagangan, investasi, pengolahan air dan pembangunan infrastruktur maritim. kedua belah pihak telah mendatangani sejumlah perjanjian kerjasama yang ditandatangi oleh menteri kedua negara terkait dan disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan PM Rutte.

Presiden mengungkapkan pertemuan dengan PM Rutte juga membahas meningkatnya nilai kompetitif produk kayu Indonesia dengan sudah berlakunya lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) yang dimiliki Indonesia. Selain itu, Jokowi dan Rutte juga berdiskusi mengenai persiapan dan negosiasi Indonesia dalam perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). “Kita tegaskan hasil negosiasi CEPA harus menguntungkan rakyat di kedua pihak,” ujar Jokowi.

Selain kerjasama di bidang ekonomi, Indonesia-Belanda juga membahas kerja sama pemberantasan terorisme serta isu pengelolaan air dan pengembangan infrastruktur maritim.

“Dua bidang ini telah menjadi prioritas kerja sama bilateral. Kita berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama di dua bidang ini, termasuk pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung.”

Di sela-sela konferensi pers, Rutte menyerahkan sebuah keris yang awalnya tersimpan dalam sebuah kotak di koleksi pusat kebudayaan Indonesia di Delft, Belanda. Penyerahan keris tersebut dikatakan Rutte akan menjadi simbol pengembalian lebih banyak artefak sejarah Indonesia yang dulu dijarah Belanda di masa kolonialisasi.

“Ada sekitar 1.500 artefak yang akan dikembalikan ke Indonesia. Keris ini adalah simbolnya.”

Namun rupanya tak ada makan siang gratis bagi Indonesia. Kerjasama bilateral dan janji pengembalian artefak disertai permintaan Belanda agar Indonesia mencari sisa-sisa kapal Perang Dunia II yang tenggelam di Laut Jawa, menyusul penemuan bangkai kapal perang Belanda pada tahun 2002 lalu. Pada Perang Dunia II, lebih dari 900 tentara Belanda dan 250 tentara Indo-Belanda yang tewas oleh gempuran pasukan Jepang. (cho)

Comments

comments