Jutaan Cangkul Impor dari China Akan Masuk Indonesia

0
354
Made in China RED (Macro)

JAKARTA, patas.id – Pemerintah melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) ternyata telah membuat kebijakan mengimpor alat pertanian dari China berupa cangkul, pisau tebu, arit, sekop dan garpu tanah. Sebagai distributor, PT PPI menunjuk PT Sakti Utama Nusantara yang berdomisili di Medan. Cangkul impor pertama telah masuk melalui Medan pada Agustus lalu.

Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Syailendra, mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai importir cangkul resmi.

“Kita ada surat persetujuan impor dari Kemendag. Terus terang kita untuk selama ini ilegal banyak masuk. Sedangkan kita sesuai nawacita Pak Jokowi mau memberantas barang ilegal. Survei di lapangan, banyak alat pertanian impor tapi ini izin dari mana, tidak tahu.”

Saat ini, PT PPI mengaku telah mendapat izin impor cangkul dari China dan Vietnam, namun baru mendatangkan cangkul dari dari China saja. “Soal izin dari Vietnam dan china, tapi kita dari Vietnam belum pernah masukin. Baru masuk dari China.”

Impor cangkul tahap pertama dilaporkan sebanyak satu kontainer berisi 900 kotak dimana Setiap kotak berisi 24 cangkul. Ke depan, impor cangkul China akan ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan cangkul Indonesia yakni 40-50 kontainer setiap bulan.

Namun, kebijakan impor cangkul dari China ini menuai protes dari berbagai pihak. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa sebenarnya Indonesia bisa mandiri dan berdaulat. Baik berdaulat misalnya di bidang pangan maupun alat-alat pertanian.

“Cangkul kita bisa buat, mosok cangkul saja impor ya repot.”

made-in-china-cangkul
Cangkul buatan China di toko online dijual dengan harga 25-40 ribu rupiah.

Berdasarkan penelusuran patas.id, cangkul yang beredar di pasaran Indonesia mempunyai rentang harga mulai belasan hingga ratusan ribu rupiah. Kualitasnya pun berbeda-beda. Di toko online, cangkul lokal satuan biasanya dijual seharga belasan hingga puluhan ribu rupiah. Cangkul buatan China yang paling populer, yaitu cangkul merk Ayam, bisa didapat dengan harga 20-40 ribu rupiah. Sedangkan cangkul termahal yang ada di pasaran dengan kualitas super adalah cangkul yang diproduksi oleh perusahaan Thailand Chillington. Cangkul Thailand ini harganya sekitar 125-170 ribu rupiah.

Kebijakan mengimpor cangkul sebanyak 40-50 kontainer dari China lambat laun bukan hanya akan mematikan produksi cangkul lokal, melainkan juga menafikan pilihan cangkul terbaik yang ada di pasaran serta mematikan usaha besi cor dan tempa Indonesia. (cho)

Comments

comments