Sempat Pingsan Usai Tampil di Depan Jokowi, Mila Divonis Kanker Kista

0
21

CIANJUR, patas.id – Mimpi dan harapan Nur Mila Erianti untuk mengisi usia remaja dengan berbagai hal yang menyenangkan sepertinya tidak lagi dapat dilakukan. Gadis remaja berusia 16 tahun itu kini hanya bisa tergolek lemah di atas kasur, akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Penyakit yang kini menggerogoti Mila itu pertama kali diketahui menghinggapi tubuhnya saat gadis remaja itu usai menampilkan keahliannya dalam seni pencak silat di depan Presiden Joko Widodo pada saat peresmian Alun-Alun Cianjur, beberapa waktu lalu.

Mila yang sejak SD sudah menekuni seni pencak silat itu sempat jatuh pingsan usai tampil di depan Jokowi. Sejak itu, dirinya divonis mengidap penyakit kista ovarium oleh dokter sejak tujuh bulan lalu.

Hal itu tentu saja menghancurkan perasaan Mila dan kedua orangtuanya. Pasalnya, gadis yang duduk di bangku kelas III SMA itu dikenal sangat aktif sebelum akhirnya jatuh sakit. Kini, Mila lebih banyak menghabiskan waktunya di atas kasur karena perutnya terus membengkak sehingga pergerakannya pun terbatas.

Orangtua Mila, Supriyatna (34 tahun) dan Siti Nurhayati (32 tahun) mengatakan, putrinya mulai merasakan adanya benjolan di sekitar dada sejak beberapa bulan lalu. Mila kemudian mulai sering tidak enak badan, tapi gadis itu sering memaksakan diri untuk tetap beraktivitas.

”Bahkan, Mila sempat tampil di acara peresmian Alun-alun Cianjur, Februari lalu. Dia tampil di depan Jokowi dan Ridwan Kamil,” kata sang ayah saat ditemui di rumahnya di Kampung Baros Kulon, Desa Sukataris, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (18 November 2019).

Namun, selepas tampil pada kegiatan tersebut Mila jatuh pingsan dan akhirnya gejala penyakitnya mulai parah. Tubuh Mila semakin kurus kering sementara perutnya terus membesar, hal itu membuatnya sesak nafas bahkan untuk berbaring pun dia kesulitan.

Melihat kondisi tersebut, Supriyatna melakukan segala cara untuk menyembuhkan putri sulungnya itu. Mulai dari berobat ke rumah sakit setempat, dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, bahkan hingga mencoba pengobatan alternatif.

Akan tetapi, belum ada hasil yang didapatkan dari semua usaha berobat itu. Sampai saat ini, Mila masih terus pulang pergi untuk kontrol ke RSHS Bandung. Kedua orangtuanya mengharapkan, putri mereka bisa segera menjalani operasi meskipun sampai sekarang Mila tak kunjung mendapatkan jadwal.

”Harusnya Mila dioperasi, tapi kata dokter di Bandung belum bisa. Karena cairan dari perutnya terdorong ke paru-paru, akhirnya dia diberikan obat tuberklosis (TBC). Tapi, saat ini kami berhenti memberikan obatnya ke Mila soalnya karena obat keras jadi reaksinya juga langsung terasa sama dia,” ujar Supriyatna.

Sebanyak enam tablet obat harus diminum Mila untuk mengobati paru-parunya. Namun, orangtua Mila berhenti memberikan obat tersebut setelah putrinya justru merasa semakin sesak nafas dan tidak bernafsu makan.

Padahal, dokter di Cianjur menyatakan Mila tidak menderita TBC dan tidak perlu mengonsumsi obat tersebut. Kondisi Mila yang terus memburuk, membuat keluarga semakin khawatir.

Hingga saat ini, pengobatan yang bisa ditempuh hanya sekadar datang untuk kontrol ke RSHS mengandalkan BPJS kesehatan. Biaya operasi yang ditaksir mencapai Rp 50 juta pun akhirnya menjadi beban tersendiri bagi keluarga Mila.

Sebenarnya, sudah cukup banyak donasi yang didapatkan dari penggalangan beberapa pihak. Hanya saja, bantuan seringkali terpaksa digunakan untuk kebutuhan Mila yang lain sehingga biaya operasi tak kunjung terkumpul.

”Sekarang, alhamdulillah kakak kelas Mila berinisiatif untuk membantu dengan merekomendasikan anak saya ke rumah singgah di Bandung. Mereka berkenan membantu mengurus pengobatan Mila,” ucapnya.

Walau begitu, Mila dan kedua orangtuanya sangat berharap pemerintah ataupun pihak lainnya bersedia memberikan bantuan pengobatan. Saat ini, operasi menjadi penanganan medis yang dinilai perlu dilakukan agar kista di tubuh Mila dapat diangkat. (daz)

Comments

comments