Sudah Jatuh Puluhan Korban, Cianjur Belum KLB Demam Berdarah

0
22

CIANJUR, patas.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) menyusul mewabahnya demam berdarah dengue (DBD) yang menjangkiti puluhan warga di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Alasannya, hingga saat ini dinas kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan warga tersebut positif DBD atau tidak.

“Sekarang kami sedang memvalidasi data, apakah hasil diagnosanya DBD atau bukan. Hasil validasi ini yang nanti menentukan status KLB atau bukan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, Kamis (24 Oktober 2019).

Efa menjelaskan tim dari dinas kesehatan melakukan intervensi langsung dengan mendatangi Puskesmas Bojongpicung. Tim meminta data-data serta memastikah telah dilakukan penelitian epideminologi atau belum.

“Hasil klarifikasi kami ke pihak puskesmas, ternyata sudah dilakukan PE (penelitian epideminologi). Jadi, di lokasi telah diperiksa jumlah jentik nyamuk. Kemudian, warga juga ada yang positif, ada juga yang negatif,” tuturnya.

Wilayah yang terjangkit DBD di Kecamatan Bojongpicung di antaranya di Desa Cikondang dan Desa Sukajaya. Karena sudah ada warga yang positif DBD, maka di lokasi disarankan agar serentak dilaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan upaya 3M Plus.

“Kami juga menemui camat. Beliau menginstruksikan semua desa melaksanakan PSN di semua desa. Bagi kami, yang terpenting melakukan tindakan preventif dulu. Jangan lagi muncul kasus-kasus baru. Salah satunya tata laksana PSN dan 3M Plus,” terangnya.

Efa menuturkan kategori penyakit tersebut terdapat tiga tahapan. Biasanya tahap pertama demam berdarah, kemudian DBD, dan terakhir dengue shock syndrome.

“Sekarang, demam berdarah tidak mengenal musim. Bisa saat kemarau maupun hujan. Saat musim kemarau, masyarakat biasanya menampung air. Nah, air tampungan ini harus ditutup. Kasus yang mewabah di Desa Cikondang seperti itu,” tandasnya.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, Pemkab Cianjur menggratiskan pasien diduga terjangkit wabah DBD yang dirawat di RSUD Cianjur. Hingga saat ini, jumlah pasien yang masih mendapat perawatan di rumah sakit plat merah tersebut terdata sebanyak 10 orang.

“Kami (Pemkab) akan menggratiskan biaya pengobatan dan perawatan,” kata Herman.

Berdasarkan data RSUD Cianjur, jumlah pasien yang sempat mendapat perawatan medis sebanyak 20 orang. Dari jumlah pasien sebanyak itu, delapan orang di antara mereka sudah diperbolehkan pulang.

“Ada yang masih dirawat 10 orang. Terdapat juga satu orang yang meninggal dunia atas nama Iis Aisyah berusia 42 tahun dari Kecamatan Bojongpicung,” tandas Herman. (daz)

Comments

comments