Balita Cianjur 19,6 Persen Alami Kekurangan Gizi

0
27

JAKARTA, patas.id – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan. Hal ini untuk mengatasi berbagai permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia.

“Indonesia menghadapi persoalan pangan yang hampir sama dengan berbagai kasus di dunia, yaitu masalah yang cukup kontras dimana di satu sisi sebagian masyarakat mengalami obesitas atau kegemukan, sedangkan di sisi lain terdapat masyarakat yang masih menderita gizi buruk, kurang gizi, ataupun stunting,” ujar Neng Eem dalam rilis yang diterima patas.id, Rabu (16 Oktober 2019).

Menurut Neng Eem, data Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi 10 di antara deretan negara dengan jumlah penderita obesitas terbanyak. Di sisi lain, lanjut Neng Eem, data kementerian yang sama, pada 2018, tercatat sebanyak 17,7 persen balita Indonesia mengalami masalah gizi.

Bahkan, kata Neng Eem, angka yang lebih tinggi ditunjukkan di salah satu daerah pemilihannya yaitu Kabupaten Cianjur. Neng Eem adalah wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

“Data awal 2019 lalu menunjukkan bahwa jumlah balita yang terindikasi mengalami kekurangan gizi di Kabupaten Cianjur mencapai 19,6 persen atau lebih kurang 210.750 anak. Angka ini lebih tinggi dari data yang sama di tingkat nasional. Kondisi ini harus menjadi keprihatinan kita semua,” ungkap Neng Eem.

Menurut Neng Eem, obesitas atau kegemukan dapat terjadi karena pola makan yang kurang baik, berlebihan, dan kurang aktivitas terutama olah raga. Sementara penyebab stunting, gizi buruk, dan kurang gizi, lebih banyak dikarenakan faktor ekonomi dan pengetahuan masyarakat.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tahun ini, Neng Eem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bijaksana dalam mengonsumsi makanan.

“Masyarakat yang punya kelebihan makanan diharapkan memanfaatkannya secukupnya, tidak berlebihan, sehingga tidak berpotensi untuk mengalami obesitas. Sementara itu, di sisi lain, kita dorong perbaikan ekonomi masyarakat kurang mampu yang masih mengalami kekurangan gizi,” harap Neng Eem.

Hari Pangan Sedunia (HPS) atau World Food Day diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Tahun ini, Food and Agriculture Organization (FAO) atau Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian mengangkat tema “Our action are our future, healthy diets for a #zerohunger world” atau aksi bersama untuk masa depan bersama, makanan sehat untuk dunia tanpa kelaparan. Di Indonesia sendiri, tema HPS tahun ini adalah “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. (daz/*)

Comments

comments