Jangan Jauhi Penderita Gangguan Kejiwaan!

0
174

CIANJUR, patas.id – Kepala Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Elan Hermawan, mengatakan, pihaknya bakal melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada warga yang salah seorang anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi peristiwa bunuh diri akibat depresi berat.

Elan mencatat, ada lima orang warganya yang mengalami gangguan kejiwaan. Oleh karena itu, sosialisasi dinilai perlu dilakukan, sebab dikhawatirkan ada kasus serupa seperti Dadan Wildan dimana depresi dan gangguan kejiwaan yang kambuh membuatnya gantung diri.

“Dengan adanya kasus bunuh diri, Pemdes Cibadak bakal bergerak untuk menyosialisasikan ke warga, khususnya terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa untuk diawasi dan diobati secara rutin,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (2 Januari 2018).

Elan juga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui dinas atau instansinya bergerak menyisir warga yang mengalami gangguan jiwa untuk selanjutnya diobati. Pasalnya, jika pihak desa yang terus bergerak, butuh biaya yang sangat besar.

“Anggaran di desa kan terbatas, makanya diharapkan dari pemkab bergerak untuk mengobati dan memberikan pembinaan pasca pengobatan,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Komunitas Sehat Jiwa, Roy Anindityo, mengimbau kepada keluarga pasien gangguan jiwa agar selalu mengawasi pengobatan pasien pasca dipulangkan. Konsumsi obat, lanjut dia, perlu dipantau secara intensif agar tidak terlambat apalagi sampai tidak dikonsumsi.

“Kami selalu tekankan kepada keluarga pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa, red) untuk mengawasi konsumsi obatnya, jangan dilepas begitu saja, apalagi diserahkan kepada pasien tanpa pengawasan. Itu berisiko, seperti halnya Dadan,” tuturnya.

Di samping itu, Roy menambahkan, lingkungan di sekitar pasien juga harus menerima dan terbuka dengan kembalinya pasien pascapengobatan. Pasalnya, lingkungan menjadi faktor lain untuk mendukung penyembuhan.

“Jadi selain obat rutin, lingkungan juga mesti mendukung. Itu akan mempercepat penyembuhan, jangan dijauhi atau membuat pandangan buruk. Hal tersebut malah membuat pasien mengucilkan diri dan mentalnya terganggu kembali,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments