Pasien Difteri di RSUD Cianjur Bertambah Dua

0
199

CIANJUR, patas.id – Kasus difteri di Kabupaten Cianjur kembali muncul. Kali ini dua remaja asal Kecamatan Cikalongkulon dan Pacet dipastikan mengidap penyakit yang tengah mewabah dan menjadi sorotan secara nasional belakangan ini.

Temuan keempat di 2017 ini, diketahui setelah dua orang warga beda kecamatan datang ke RSUD Cianjur, beberapa hari lalu. Setelah diperiksa, keduanya menunjukan gejala difteri dan langsung ditangani secara serius di Ruang Anggrek.

“Sekarang sudah di ruang isolasi, dengan penanganan serius dan ditempatkan dokter khusus,” ujar Dirut RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia, Selasa (12 Desember 2017).

Menurutnya, sudah ada beberapa pasien difteri yang ditangani di RSUD Cianjur. Rata-rata mereka bisa dinyatakan sembuh setelah lima sampai sepekan ditangani. Namun secara berkala, mereka melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Penyembuhan tergantung dari tingkat daya tahan tubuh pasien, kalau baik biasanya lima hari sudah bisa sembuh,” kata dia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, mengatakan, temuan tersebut menambah catatan temuan kasus difteri di Cianjur. Sebelumnya, terungkap tiga kasus difteri dengan sembilan orang yang terjangkit. Bahkan dua dia antaranya meninggal dunia.

“Dengan ini total ada 11 orang yang terjangkit dengan lima lokasi berbeda. Untuk yang di Kecamatan Cikadu itu paling banyak yang terjangkit, karena satu keluarga. Dua orang juga meninggal dunia dan diduga karena difteri, sehingga kami masukan ke data kasus tersebut,” kata dia.

Efa mengungkapkan, selain kasus tersebut, diduga ada anak usia tujuh tahun di Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur yang terjangkit difteri. Informasi tersebut didapat dari salah seorang dokter yang mendapati pasiennya memiliki gejala difteri.

“Untuk anak tersebut baru diperiksa, dan kemungkinan difteri. Tapi sampai sekarang belum datang ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan atau pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Menurutnya, gejala yang terlihat jika seseorang terkena difteri adalah adanya selaput putih di tenggorokan serta flu yang terubah-ubah warna ingusnya. Bahkan lama-kelamaan, selaput dan ingus itupun berganti jadi darah.

“Kalau gejala awal kan demam, batuk, dan flu. Tapi itu juga belum bisa dipastikan, sebab penyakit lain pun begitu. Makanya bisa dilihat pasti dari selaput dan ingus saat flu,” katanya.

Dia mengatakan, penularan difteri sangat cepat, termasuk sekedar mengobrol dan lainnya. Oleh karena itu, keluarga yang anggotanya terjangkit difteri harus menjalani penyuntikan vaksin, sebab dikhawatirkan ikut tertular,” ungkapnya.

Dengan banyaknya kasus tersebut, baik di level nasional, maupun lokal Cianjur, pihaknya mendorong warga untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat. “Selain sehat tubuh, perlu juga diperhatikan kesehatan lingkungannya. Dengan begitu, bisa dicegah penyebaran difteri,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments