Tiap Tahun Penderita HIV/AIDS di Cianjur Terus Meningkat

0
181

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengingatkan warga Kabupaten Cianjur untuk menjauhi perilaku yang bisa menularkan HIV/AIDS. Pasalnya, setiap tahun penderita HIV/AIDS terus bertambah, terutama dari kaum gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL).

Menurutnya, pada awal pendataan 2001, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) hanya dua orang, namun tahun ini jumlahnya sudah mencapai 784 orang. Peningkatan tertinggi terjadi pada 2016 dimana ada 142 ODHA baru yang terdata.

“Sangat memprihatinkan, jumlah ODHA itu terus bertambah. Terjadi peningkatan yang signifikan itu mulai 2008 dimana ada 48 ODHA baru, padahal sebelumnya rata-rata di bawah 20 orang,” kata dia saat ditemui usai peringatan Hari HIV/AIDS se-Dunia, Minggu (3 Desember 2017).

Herman mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan penularan HIV/AIDS, mulai dari seks berganti-ganti pasangan, seks sesama jenis, jarum suntik yang tidak steril atau digunakan untuk beberapa orang, dan cara lainnya.

Namun, lanjut dia, yang paling banyak menyumbang penderita HIV/AIDS adalah perilaku seks ganti-ganti pasangan dibandingkan penggunaan jarum suntik untuk penyalahgunaan narkoba. Menurut Herman, yang dinilai paling berbahaya saat ini perilaku seks sesama jenis, utamanya laki-laki dengan laki-laki.

“Sebanyak 89 persen penularan HIV/AIDS itu melalui perilaku seks, 10 persen dari jarum suntik, dan 1 persen dari transpalacental/ASI. Tapi yang paling berbahaya dari perilaku seks, adalah untuk sesama jenis. Bahkan di tahun ini, dari 78 ODHA baru, sebagian besar dari perilaku LSL,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemkab tengah menggencarkan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dengan menyosialisasikan bahayanya di lingkungan pelajar, mahasiswa, dan keluarga.

“Dengan sadar untuk menjaga diri dari perilaku seks menyimpang, ganti pasangan, dan faktor lainnya, maka jumlah peningkatannya bisa ditekan,” tuturnya.

Sementara iktu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, mengatakan, masih banyaknya penularan HIV/AIDS lantaran ODHA-nya sendiri yang tidak terbuka dan tidak mau berobat secara rutin.

Bahkan, menurut Efa, dari 78 ODHA baru tahun ini, hanya 54 orang yang mau berobat rutin. Padahal untuk obat bagi ODHA itu gratis dan tersedia di sejumlah layanan kesehatan.

“Ini yang masih jadi kendala, mereka tidak mau terbuka. Padahal keterbukaan, terutama pada keluarga itu perlu. Jadi bisa ditangani dan dicegah penularannya. Maka dari itu, peringatan Hari HIV/AIDS kali ini, temanya ‘Saya Berani dan Saya Sehat’. Itu untuk mendorong mereka berani mengungkapkan, sehingga bisa dicegah,” tuturnya.

Menurutnya, di tahun ini ada 15 puskesmas dan dua rumah sakit yang memberikan layanan pemeriksaan serta konselor bagi warga, terutama yang sudah positif HIV/AIDS. Tahun depan akan diperluas agar tidak banyak lagi penyebarannya. “Kami berupaya semaksimal mungkin mencegah penyebarannya,” kata dia. (isl)

Comments

comments