Lowongan Dokter PTT Daerah Kurang Peminat

0
299

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur membuka kuota untuk dokter PTT Daerah sebanyak 11 dokter, sayangnya dari kuota tersebut baru 8 yang mendaftar. Padahal program tersebut menjadi upaya pemenuhan kebutuhan dokter di Cianjur.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar, mengatakan, jumlah dokter di Cianjur memang sangat terbatas, untuk di puskesmas dokter umum masih kurang 10 orang dan dokter gigi sebanyak 24 orang.

Sementaraitu, dari data yang pernah diperoleh, di RSUD Pagelaran baru ada 16 dokter umum dan enam dokter spesialis yang meliputi spesialis anak, kebidanan, radiologi, saraf, dan lainnya. Meski jumlah itu dinilai sudah sesuai standar untuk RSUD yang terakreditasi D, tapi jumlah dokter‎ dirasa perlu ditambah.

Di sisi lain, RSUD Cianjur saat ini masih kekurangan 19 dokter spesialis. Saat ini jumlah dokter spesialis di RSUD Cianjur sebanyak 30 orang. Namun idealnya dengan kondisi sekarang dan rencana peningkatan akreditasi, dokter spesialis harus mencapai 49 orang.

“Kalau ikut standar jumlah dokter di setiap layanan memang kurang, baik itu puskesmas ataupun rumah sakit,” kata dia, Selasa (24 Oktober 2017).

Menurutnya, Dinas Kesehatan sudah berupaya berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menempatkan dokter, khususnya dokter spesialis anak dan penyakit dalam. “Rencananya di RSUD Pagelaran tahun ini bakal dapat dua dokter spesialis, itupun masih belum cukup,” kata dia.

‎Namun, lanjut dia, Pemkab Cianjur berencana merekrut Dokter PTT Daerah ‎untuk memenuhi kebutuhan dokter. Menurutnya, rencananya rekrutmen tersebut bakal dilaksanakan tahun depan dengan mempersiapkan anggarannya, tetapi pendaftaran mulai dilakukan akhir tahun ini.

Menurutnya, kuota yang disediakan mencapai 11 orang, tetapi yang berminat baru 8 orang. Kondisi geografis dan penempatan yang jauh, diperkirakan menjadi penyebab sedikitnya peminat dokter PTT tersebut. Padahal, insentif yang diberikan sudah dibakukan dengan standarisasi nilai sesuai kondisi geografis. 

“Memang banyak yang datang tapi batal daftar setelah tahu kondisi geografisnya. Cukup disayangkan juga. Kami harapbanyak yang mendaftar. Mereka pun didorong bertugas secara profesional untuk tingkatkan indeks kesehatan di Kota Santri,” ucapnya. (isl)

Comments

comments