Udin Ngelantur Diduga Konsumsi Pil PCC

0
260

CIANJUR, patas.id – Udin (bukan nama sebenarnya) harus mendapatkan penanganan serius di RSUD Cianjur setelah mengalami efek samping penyalahgunaan obat. Diduga pelajar yang duduk di kelas XI di salah satu SMK swasta tersebut mengkonsumsi PCC.

JZA (62 tahun) ayah kandung Udin mengungkapkan, kondisi anaknya yang mengalami beberapa gejala efek samping obat tersebut pertama kali diketahui setelah ada kabar dari pihak sekolah bahwa anaknya sakit. Begitu dapat informasi tersebut, dia dan istrinya langsung datang ke sekolah dan menjemput anaknya.

“Katanya sakit, tapi tidak tahu sakitnya apa. Setelah dilihat, perilakunya aneh,” ucap dia saat ditemui di Ruang Apel RSUD Cianjur, Selasa (10 Oktober 2017).

Begitu sampai di rumah, perilaku anaknya tersebut semakin aneh. Anaknya berbicara seperti sedang berhalusinasi, Udin juga meraba berbagai macam barang di sampingnya hingga beberapa bagian lantai.

Selain itu, Udin juga mengoceh layaknya mengabsen beberapa nama temannya. Bahkan beberpa kali dia membukakan pintu lantaran merasa ada temannya yang memanggil.

“Sama ibunya juga sempat seperti tidak kenal, seperti ke orang yang baru pertama bertemu,” katanya.

Khawatir dengan kondisi anaknya, JZA membawa Udin ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis, Senin (9 Oktober 2017). Setelah mendapatkan infus selama semalaman, kondisi anaknya pun mulai membaik, meskipun belum sepenuhnya pulih seperti tidak nyambung saat diajak mengobrol.

Dia menuturkan, anaknya juga sudah menjalani tes darah dengan tiga kali mengambil sampel darah untuk dites laboratorium. Dia menduga anaknya menjadi korban penyebaran obat yang saat ini sedang ramai, yakni PCC.

“Khawatirnya terkena penyalahgunaan obat. Saya juga minta kepastian hasil dari tes darah,” ucapnya.

Selain anaknya, ada tiga siswa lain yang kabarnya mengalami kondisi serupa. Namun  dia tidak tahu apakah dibawa ke rumah sakit atau tidak. “Informasinya ada tiga anak lagi, tapi tidak tahu kondisinya. Saya mah fokus ke anak supaya sembuh lagi,” ucapnya.

Sementara itu, meski belum bisa menjawab secara baik, Udin mengungkapkan dia mengkonsumsi dua butir obat yang diberikan seseorang saat berkumpul bersama teman-temannya beberapa hari lalu.

Kemudian dia mencoba obat yang diberikan tersebut. Setelah itu dia merasa tidak bisa mengontrol pikiran dan tindakannya.

“Pokoknya ada yang ngasih obat, enggak tahu siapa. Saya minum dua butir. Sewaktu minum, anak-anak (temannya, red) ketawa-ketawa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur yang mendapatkan informasi tersebut bakal menindaklanjuti untuk mencari jaringan yang mengedarkan obat yang diduga PCC tersebut. Namun untuk memastikan, BNNK bakal menunggu hasil dari tes darah salah seorang korban tersebut. (isl)

Comments

comments