Pendonor di Cianjur di Bawah 0,1 Persen dari Jumlah Penduduk

0
201

CIANJUR, patas.id – Unit Donor Darah PMI Kabupaten Cianjur menilai kesadaran warga untuk mendonorkan darah masih sangat rendah. Bahkan untuk mencapai 0,1 persen pendonor dari total penduduk Cianjur, masih sulit tercapai.Kepala UDD PMI Kabupaten Cianjur, Sanny Sanjaya, mengatakan, saat ini jumlah pendonor aktif di Cianjur masih di bawah 0,1 persen, padahal melihat potensi penduduk, seharusnya tingkat pendonor bisa tinggi.

“Masih nol koma nol sekian persen, belum sampai nol koma 1. Kalau bisa 0,1 persen apalagi 0,5 persen dari penduduk sudah luar biasa,” kata dia saat ditemui di Pendopo Cianjur, Selasa (10 Oktober 2017).

Dia mengakui, cukup sulit menyadarkan orang‎ untuk mendonorkan darah. Terlebih bagi usia muda. Oleh karena itu, pihaknya gencar menyosialisasikan gerakan donor darah, terutama pada pendonor pemula.

“Salah satu upayanya seperti itu, bagaimana mendorong pendonor pemula sadar dan rutin mendonor darah,” ucap dia.

Menurutnya, kebutuhan darah di Cianjur saat ini masih sedikit, yakni sekitar 30 labu per hari. Namun jika kebutuhan terus meningkat sementara ketersediaan pendonor sedikit, kemungkinan Cianjur bakal kekurangan stok darah.

“Itu yang kami antisipasi. Mungkin dengan kebutuhan dan ketersediaan stok saat ini, sampai empat hari ke depan masih cukup. Tapi ke depan mungkin saja kurang kalau pendonor tak banyak,” ucapnya.

Dia menambahkan, ‎untuk darah yang didonorkan tidak diperjualbelikan. Adapun biaya sebesar Rp 360 ribu untuk setiap labu ialah untuk proses pengolahan dan kantung darah.

“Sebetulnya kalau mau hitung-hitungan, biaya untuk satu labu itu sampai Rp 425 ribu, tapi beban yang dibayar cukup Rp 360 ribu. Jadi kami lakukan subsidi. Di sana keterlibatan PMI untuk gerakan sosialnya. Jadi tidak ada jual-beli darah,” tuturnya. (isl)

Comments

comments