Penderita HIV/AIDS Cianjur Didominasi Gay

0
255

 

CIANJUR, patas.id – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur mencatat hingga September 2017, temuan baru HIV/AIDS di Cianjur mencapai 60 kasus. Didominasi pengidap terbanyak yakni lelaki seks lelaki (LSL) alias gay.
Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur melalui Bagian Pengelola Program,  Brian Muhammad Yusuf,  mengatakan,  jumlah tersebut meningkat dari data sebelumnya  dimana hingga Mei hanya ada 42 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Data yang ada di KPA Kabupaten Cianjur di September saat ini, sekitar 60 kasus warga yang mengidap HIV/AIDS. Dari data itu sekitar 70 persen pengidap merupakan komunitas lelaki seks lekaki (LSL),”
ucap dia kepada wartawan,  Selasa (26 September 2017).

Dia mengatakan, pengidap yang merupakan komunitas LSL itu relatif didominasi usia produktif dengan kisaran berusia 15 hingga 35 tahun.

“Sekitar 70 persen dari perilaku seks menyimpang tersebut, sementara 30 persennya lainnya dari kalangan ibu rumah tangga hingga wanita pekerja seks komersial (PSK),” kata dia.

Dia menambahkan, data 2016 kasus pengidap HIV/AIDS di Cianjur berjumlah 142 kasus, dimana pada tahun lalu pun didominasi sekitar 60 persen pengidap yakni komunitas LSL dan sekitar 40 persen pengidap campur, mulai dari ibu rumah tangga, PSK, serta anak-anak.

“Memang dari data tahun sebelumnya pun LSL merupakan tingkat tertinggi pengidap HIV/AIDS. Adapun pengidap anak-anak hanya sekitar 1 persen, dimana penularan pada anak-anak biasanya akibat dari ibunya yang telah mengidap HIV/AIDS, penularannya bisanya melalui air susu ibu (ASI), sehingga anaknya terjangkit penyakit yang sama.”

Menurutnya,  KPA selalu gencar menyosialisasikan pencegahan penularan HIV/AIDS ke berbagai kalangan. Mengingat Cianjur merupakan kabupaten yang mendapatkan peringkat ke-11 terbanyak kasus pengidap HIV/AIDS se-Jawa Barat.

“Penanggulangan HIV/AIDS ini bukan hanya tanggung jawab KPA. Namun kami berharap ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama, baik intansi pemerintahan, maupun masyarakat, dengan bersama-sama ikut mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan terkait pencegahan HIV/AID. Sehingga warga Cianjur tercegah dari penyebaran penyakit tersebut,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments