RSUD Pagelaran Belum Memiliki IPAL

0
281

‎CIANJUR, patas.id – Sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Cianjur tidak memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Bahkan untuk puskesmas, jumlah yang telah memiliki IPAL masih di bawah 15 puskesmas.

‎Galih Widyaswara, aktivis yang memimpin aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Selasa (8 Agustus 2017), mengungkapkan bahwa rumah sakit yang diduga tidak memiliki IPAL dan pengelolaan limbah medis adalah RSUD Pagelaran sementara RSUD Cianjur tak punya dokumen Amdal.

“Sudah seharusnya rumah sakit itu punya IPAL dan dilengkapi Amdal,” ujarnya saat ditemui usai aksi.

‎Menurutnya, khusus RSUD Cianjur, meskipun sudah memiliki tempat untuk limbah medis, tapi pendistribusian sampahnya kerap tak sesuai.

“Prosesnya tetap harus sesuai ketentuan, tapi faktanya pendistribusian sampah tak sesuai jadwal. Bahkan sering tertumpuk berbulan-bulan.”

Menurutnya, pengelolaan limbah di puskesmas juga sering dibakar sendiri oleh pihak Puskesmas. Hal itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang diproses pihak ketiga. “Selama ini kan pakai pihak ketiga, dengan biaya Rp 9.500 per kilogram. Makanya ada yang membakar sendiri limbah medisnya. Padahal kan tidak boleh,” katanya.

Galih menambahkan, Dinas Kesehatan sebagai pemilik kebijakan harus melakukan kontrol. Ketika perencanaan pembangunan dibuat pun, pembuatan IPAL dan dokumen Amdal harus didahulukan.

“Jangan ketika dikritisi baru dilakukan pengerjaannya. Dinkes kan yang berfungsi sebagai pengawas teknis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi, mengakui proses pembuatan ‎Amdal cukup sulit, sehingga meskipun sudah dibuatkan harus ada proses yang panjang.

“Sebenarnya itu kan kewenangan langsung dari RSUD. Tapi kami juga dorong agar segera dilengkapi.”

Terkait sarana IPAL di Puskesmas, Irvan mengungkapkan bahwa dari 45 Puskesmas di Cianjur, baru 11 yang memiliki IPAL. Irvan beralasan mahalnya biaya alat membuat prosesnya butuh waktu lama.

Namun rencananya di tahun depan ada penambahan 3 Puskesmas yang memiliki IPAL. Anggarannya akan diupayakan bersumber dari pemerintah pusat, mengingat angkanya mencapai Rp 300 juta per unit. “Diupayakan secara bertahap IPAL di puskesmas dibuat,” katanya. (isl)

Comments

comments