Pemkab Gelar Vaksinasi Campak, MIN Maleber jadi yang Pertama

0
312

CIANJUR, patas.id – Ratusan siswa MIN 1 Maleber di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur divaksin campak dan rubela pada hari pertama pelaksaan vaksin serentak secara nasional, Selasa (1 Agustus 2017). Pemberian vaksin ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut,

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Cianjur yang juga istri Bupati Cianjur, Ratu Elisye, hadir dalam imunisasi tersebut.

Tampak banyak anak yang antusias mengantre segera divaksin, namun tak sedikit juga yang takut bahkan hingga menangis saat hendak diimunisasi dengan cara di suntik tersebut.

Ratu Elisye, mengatakan, pencanangan imunisasi secara nasional ‎yang gratis tersebut akan digencarkan agar anak mulai dari 9 bulan sampai sebelum 15 tahun bisa ikut seluruhnya.

“Jadi yang kami harapkan rubela dan campak di Cianjur bisa diantisipasi. Soalnya kan bahaya juga kalau sampai menular ke ibu hamil, anaknya bisa cacat.”

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menargetkan sebanyak 616.961 orang warga Cianjur yang berada di rentang usia 9 bulan sampai sebelum 15 tahun menjadi sasaran imunisasi measles-rubela.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar, mengatakan, pemberian vaksin pada anak merupakan gerakan nasional untuk mencegah campak/measles dan rubela, sebab keduanya dapat meningkatkan angka sakit dan kematian anak.

“Ini merupakan gerakan dan kampanye vaksin serentak secara nasional. Dilakukan hari ini,” kata dia di Cianjur, Senin (1 Agustus 2017).

Menurutnya, berdasarkan data kependudukan, jumlah warga usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun mencapai 616.961 orang yang tersebar di 32 kecamatan dan di bawah tanggung jawab 45 puskesmas di Cianjur.

Tresna mengungkapkan, dalam gerakan vaksin atau imunisasi campak dan rubela yang ditargetkan bisa mencapai 95 persen itu melibatkan lebih kurang 1.139 vaksinator. “Petugas itu dibagi dalam 3.282 pos pelayanan. Jadi seorang vaksinator bisa bertugas di beberapa pos pelayanan,” akta dia.

Dia mengatakan, tidak hanya petugas di lapangan, Dinkes juga melibatkan 6.305 guru UKS dan 5.830 kader yang sudah terlebih dulu dilatih untuk menyukseskan program tersebut. Pasalnya tidak hanya di pos pelayanan, pemberian vaksi juga dilakukan di setiap sekolah.

“Jadi dibagi tugas, ada yang di sekolah dan juga di pos pelayanan. Pokoknya hingga akhir ditargetkan minimal tercapai 95 persen dari jumlah sasaran.”

Ditanya terkait jumlah temuan rubela dan campak di Cianjur, Tresna mengungkapkan, setiap tahun hanya sedikit yang ditemukan. Seperti pada 2015 yang hanya sebanyak 7 anak, 2016 sebanyak 4 anak, dan di tahun ini belum ditemukan satupun.

“Kalau berkaca di Cianjur memang jumlahnya rendah. Tapi kalau secara nasional saat rapat Menkes angkanya memang tinggi, dimana setiap tahun ada 11 ribu kasus campak dan 30.463 kasus rubelam,” kata dia. (isl)

Comments

comments