Puskesmas Kok Tutup Saat Idul Fitri?

0
281

CIANJUR, patas.id – Sejumlah puskesmas di wilayah perkotaan Cianjur tutup di hari keempat usai lebaran Idul Fitri. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, sehingga terpaksa langsung memeriksakan diri ke rumah sakit dengan biaya yang cukup mahal.

Muhammad Fikri (21 tahun), salah seorang warga Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, mengungkapkan dirinya berniat untuk membawa adiknya, Fahri (11 tahun), yang jatuh dan mengalami luka robek di atas sikut ke Puskesmas pada Kamis (29 Juni 2019). Namun, beberapa Puskesmas yang di wilayah perkotaan tutup tanpa ada petugas yang berjaga.

“Tadi sudah ke Puskesmas Cianjur, Nagrak dan beberapa Puskesmas lainnya, tapi tutup. Niatnya kan hanya mau dijahit, tidak lebih, makanya milih di puskesmas supaya cepat, kalau ke rumah sakit pasti lama, kan pasiennya banyak.”

Pada akhirnya, Fikri membawa adiknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang. Tiga jahitan pun diberikan untuk merapatkan kulit yang robek. Untuk penanganan medis tersebut, Fikri harus merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu.

“Satu lagi, ke Puskesmas juga dipilih biar murah, tapi karena tutup ya ke rumah sakit dengan biaya yang cukup mahal untuk penanganan jahit luka saja.”

Tutupnya pelayanan tersebut bersebrangan dengan kebijakan Pemkab Cianjur yang mengharuskan layanan Puskesmas buka saat menjelang dan usai lebaran Idul Fitri. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, saat dihubungi melalui telepon seluler.

“Memang harusnya buka setiap hari, kalau ada yang darurat tapi masih bisa ditangani di Puskesmas, ya dilayani di Puskesmas, jadi tidak menumpuk di RSUD.”

Herman mengatakan dirinya bakal menindaklanjuti laporan dan keluhan dari warga yang harus mendapatkan penanganan segera namun harus dipersulit dengan tutupnya puskesmas.

“Saya akan tindak lanjuti, nanti akan dikonfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan. Kalau di beberapa wilayah tutup juga, silakan laporkan ke saya demi pelayanan kesehatan yang maksimal,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments