Komentar Manajemen RSUD Pagelaran Terkait IPAL dan Sampah Beracun

0
310

CIANJUR, patas.id – Direktur Utama RSUD Tanpa Kelas Pagelaran, Neneng Efa Fatimah, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pengelolaan sampah secara mandiri menggunakan incenerator.

Saat dihubungi patas.id melalui telepon, Neneng menyebutkan bahwa Pembaharuan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) juga dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah di RSUD tersebut.

“Tahun ini kami siapkan incenerator dan pembaharuan IPAL. Kami tentu ingin pelayanan dan pengelolaan RSUD Pagelaran bisa maksimal.”

Menurut Neneng, incenerator yang mampu mengolah 100 sampai 150 kilogram sampah tersebut akan diupayakan dalam anggaran perubahan. Selama menunggu, pihaknya bekerja sama dengan PT Modivest untuk mengangkut sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan domestik (rumah tangga).

“Incenerator nilainya sekitar Rp 500 juta, itu ada dalam e-katalog. Alhamdulillah, ada dukungan dari Pemkab untuk pengadaannya. Sementara itu masih dalam proses, sampah medis diangkut minimalnya seminggu sekali, karena sampah di sini masih sedikit.”

Selain pengelolaan sampah, lanjut Efa, sistem IPAL juga akan diperbaharui, sebab disesuaikan dengan kondisi ke depan dan rencana penambahan kasur atau daya tampung dari RSUD Pagelaran. Dalam pengelolannya, RSUD Pagelaran menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur untuk membimbing pembuatan IPAL yang baik dan bisa menjaga lingkungan tetap sehat.

“Sekarang kan IPAL-nya sementara, ke depan kami perbaharui dengan bimbingan langsung dari DLH. Tentu saya ingin yang terbaik untuk rumah sakit ini, apalagi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga sudah diapresiasi sebagai rumah sakit di wilayah pinggiran dengan pelayanan yang harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Efa mengakui, dalam sidak Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur beberapa hari lalu ditemukan sampah medis dan domestik yang bercampur dan belum terkelola dengan baik. Tetapi hal itu masih dalam proses, apalagi rumah sakit tersebut dinilai masih baru.

“Secara bertahap pasti kami perbaiki pelayanan, termasuk limbah B3. Kami juga berterima kasih pada Komisi III sudah datang dan meninjau ke RSUD Pagelaran, pasti akan dievaluasi dan dilakukan pembenahan.”

Selain itu Neneng menegaskan, pejabat yang membidangi pengelolaan sampah di RSUD Pagelaran juga akan mendapatkan tindakan tegas. Bahkan kemungkinan akan ada pembaruan pejabat yang lebih kompeten.

“Tindak tegas pasti ada, mungkin juga dirotasi oleh pejabat lain yang lebih berkompeten. Manajemen juga akan dievaluasi agar kinerja RSUD Pagelaran lebih baik lagi di masa mendatang,” tutupnya. (isl)

Comments

comments