Bahaya, Sampah Beracun di RSUD Pagelaran Bercampur Sampah Biasa!

0
424

CIANJUR, patas.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi, meminta ada pembenahan di RSUD Tanpa Kelas Pagelaran, serta memberikan sanksi tegas pada kepala bagian kebersihan yang tidak maksimal dalam mengelola sampah, khususnya sampah Bahan Beresiko serta Beracun (B3).

“Direktur RSUD Pagelaran harus bersikap tegas terhadap pejabat di bawahnya yang tidak benar mengelola sampah B3 dan harus lebih sering memeriksa. Kalaupun pejabat yang berwenang tidak bisa bekerja dengan baik, lebih baik mundur dari jabatannya,” katanya usai melakukan sidak ke RSUD Tanpa Kelas Pagelaran.

Menurutnya setelah melihat ke lapangan, pengelolaan sampah B3 dinilai kurang baik. Salah satunya, karena sampah medis dan nonmedis tidak dipisahkan, padahal seharusnya kedua jenis sampai tersebut tidak boleh bercampur. “Jelas-jelas itu sudah ada aturannya, sampah B3 itu harus dipisahkan, ini tidak dijalankan. Sampah B3 masih tercampur dengan sampah biasa,” paparnya dengan nada kesal.

Sahli menambahkan, sampah-sampah farmasi tersebut juga ditemukan di tempat penampungan sampah, yang menampung semua jenis sampah.

Kan itu membahayakan, harusnya ada penanganan khusus untuk sampah rumah sakit ini, jangan dicampur seperti ini!”

Menurut Sahli, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa isu pemisahan dan pengelolaan sampah tersebut sudah pernah disoroti oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sebelumnya.  Sayangnya, hal tersebut belum dijalankan hingga sekarang, padahal telah berselang beberapa bulan.

“Kami juga meninjau Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), dan hasilnya juga belum memuaskan.”

Sahli mendorong agar adanya peningkatan pengelolaan IPAL. Selain itu, Direktur Utama RSUD Tanpa Kelas Pagelaran harus menekankan kepada Kabid yang bersangkutan untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya menerima laporan semata.

“Pengelolaannya harus dicek, jangan menunggu laporan. Tegaskan juga kepada kepala bagiannya supaya kerja. Kalau sudah tidak bisa kerja, Dirut lebih baik merotasi pejabat di bawahnya dan menempatkan orang yang memang kompeten. Ini juga jadi evaluasi bagi Dirut agar lebih baik mengelola manajemen RSUD,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments