BMKG: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Soal Equinox

0
221

PATAS.ID – Beberapa hari terakhir ini, masyarakat diresahkan dengan adanya pesan berantai dan broadcast yang beredar di sosial media dan aplikasi chat mengenai bahaya fenomena alam Equinox yang bisa menyebabkan kematian. Tak sedikit orang yang kemudian menyebarkannya kembali tanpa memeriksa terlebih dahulu kebenaran pesan di bawah ini:

“Dear all, karena fenomena Equinox yang akan mempengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia di 5 hari ke depan, pls tinggal di dalam rumah terutama dari jam 12:00-15:00 setiap hari. Suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat Celcius. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan matahari stroke. (Ps: Fenomena ini adalah karena matahari diposisikan tepat di atas garis khatulistiwa di tgl 20 Maret.

Harap menjaga diri agar tdk dehidrasi. Setiap orang harus mengkonsumsi sekitar 3 liter cairan setiap hari. Memonitor tekanan darah. Kemungkinan mendapatkan serangan panas. Mandi air dingin sesering mungkin. Mengurangi mkn daging, perbanyak mkn buah & sayuran. Tempatkan lilin tidak terpakai di luar rumah. Jika lilin bisa meleleh, berarti udara dalam tingkat yang berbahaya.

Selalu menempatkan ember dgn air setengah penuh di ruang tamu & di setiap kamar untuk menjaga suhu tetap lembab.
Pengalaman pertama di Malaysia dan Singapore, Heat stroke yang tidak memiliki indikasi. Setelah pingsan. yang serius berbahaya seperti kegagalan organ dalam. Hari menjadi lebih hangat mungkin lebih dari 2 minggu ke depan. Bisa sampai 9 derajat lebih tinggi dari biasanya !”

Pesan yang sempat beredar tahun lalu dan tahun ini muncul kembali tersebut dibantah kebenarannya oleh Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dr. Yunus R. Swarinoto. Yunus mengatakan bahwa warga tidak perlu khawatir dengan dampak dari Equinox karena fenomena tersebut bukan fenomena heat wave atau gelombang panas.

“Equinox bukanlah fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.”

Equinox sebenarnya adalah fenomena yang wajar dan terjadi sejak awal bumi ada. Fenomena tersebut muncul karena pergerakan semu tahunan matahari. Jadi, setiap tahunnya, matahari secara semu berada di tempat yang berbeda. Kadang matahari tepat di atas khatulistiwa, kadang di atas 23,5 derajat Lintang Selatan, kadang di atas 23,5 derajat Lintang Utara.

Equinox terjadi 2 kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 20-21 Maret dan 20-23 September. Fenomena itu memang akan memberikan dampak, tetapi efeknya tak sesignifikan yang digambarkan dalam pesan berantai. Meski begitu, Yunus tetap menyarankan warga untuk menjaga kesehatan.

Penjelasan BMKG diiyakan oleh Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). “Matahari di Equinox setiap tanggal 21 Maret dan tidak memberikan efek signifikan,” ujarnya. Bahkan, menurut Thomas, Equinok merupakan peristiwa unik dimana durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara ataupun selatan.

Fenomena ini lebih dikenal dengan istilah Titik Balik Matahari yang tidak berbahaya. Di beberapa tempat, Equinox bahkan dimanfaatkan sebagai momen untuk mendongkrak pariwisata, seperti di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Terkait isu kesehatan sehingga warga diminta minum 3 liter air sehari saat Equinox terjadi, menurut dr Titi Sekarindah, MS, SpGK dari RS Pusat Pertamina, takaran minum air putih tidak harus 3 liter per hari, namun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Salah satunya dilihat dari jenis pekerjaannya.

Mereka yang sepanjang hari bekerja di luar ruangan dan terus terpapar sinar matahari dan cuaca panas, boleh saja minum air putih total 3 liter per hari. Namun mereka yang bekerja di dalam ruangan yang ber-AC, maka tidak perlu sampai demikian.

“Patokannya bukan berapa liter per hari, tapi disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satu hal yang bisa menjadi monitor adalah urine. Lihat saja urinenya, kalau warnanya pekat dan frekuensinya jarang, bisa jadi Anda dehidrasi. Dianjurkan untuk minum air putih lebih banyak. Kalau urinenya jernih dan lancar, berarti Anda tidak dehidrasi dan sudah cukup minumnya.”

Titi justru berpendapat bahwa mengonsumsi air putih secara berlebihan dapat memberatkan fungsi organ-organ tubuh, terutama bagi mereka yang berusia lanjut, mengidap penyakit ginjal atau penyakit jantung. Namun yang terpenting, Titi menyarankan minum air putih sedikit demi sedikit, tidak perlu langsung sekaligus sebanyak 2 atau 3 liter agar manfaatnya lebih terasa. (cho)

Comments

comments