Tindaklanjuti Temuan HIV/AIDS, Pemkab Akan Sidak ke Lapangan

0
260

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal melakukan sidak ke lapangan untuk menindaklanjuti banyaknya temuan penderita HIV/AIDS di Kota Santri. Jika tidak dilakukan antisipasi, dikhawatirkan HIV/AIDS terus menyebar ke lebih banyak warga Cianjur.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan, berdasarkan hasil rapat evaluasi dan rencana kerja 2017, terdapat perbedaan angka dari KOMISI Penanggulangan AIDS, Dinas Kesehatan, dan komunitas AIDS. Namun pada dasarnya semua menunjukan peningkatan temuan pengidap HIV/AIDS.

“Ada perbedaan sedikit pada jumlahnya, tapi rata-rata menunjukan peningkatan. Ini jadi tamparan bagi pemerintah.”

Menurutnya, dengan data yang tinggi, dimana dari Januari sampai pertengahan Februari yang mencapai 17 orang pengidap HIV/AIDS baru, pihaknya perlu melkukan sidak langung ke lapangan untuk membuat komitmen penekanan jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Cianjur. “Yang sudah positif harus diawasi dan tetap pada zona aman supaya tak menularkan pada yang lainnya. Yang terpenting sekarang dijaga di angka maksimal, jangan ada penambahan lagi,” katanya.

BACA: Awal 2017, Cianjur Mencatat Penambahan 17 Pengidap HIV/AIDS

Menurutnya, para wisatawan asing juga perlu diawasi. Pasalnya dalam beberapa temuan, diduga Cianjur menjadi sasaran pesta seks bagi wisatawan asing khususnya wisatawan asal Timur Tengah. Bahkan berdasarkan laporan warga di kawasan Cipanas, para turis asing juga menularkan penyakit sosial yakni perilaku seks menyimpang laki-laki suka laki-laki.

“Ini yang harus diwaspadai juga, perilaku seks menyimpang. Soalnya dari data yang ada, hampir 40 persen ODHA disumbang oleh pelaku seks menyimpang. Salah satunya juga dibawa olah para turis asing, mereka melakukan seks dengan sesama jenis sehingga pasangannya ikut menjadi LSL.”

Di samping warga secara umum dan turis, Herman menekankan pengawasan pada PNS di lingkungan Pemkab. ‎Rencananya akan dilakukan pemeriksaan HIV/AIDS pada PNS di Cianjur. Hal itu dilakukan untuk memastikan PNS terbebas dari penyakit yang belum ada obatnya tersebut. “Kalau sekarang-sekarang belum dilakukan, paling terkait tes urin dulu untuk pemeriksaan narkoba. Tapi ke depan kalau anggarannya sudah ada, kami pastikan akan ada pemeriksaan HIV/AIDS,” kata dia.

Menurut Herman, meski akan memunculkan banyak ODHA baru, dirinya berwarap warga juga ikut melakukan pemeriksaan HIV/AIDS supaya penularannya bisa dicegah. “Sebelum meluas, ya periksa terlebih dulu. Jangan sampai orang yang disayang jadi tertular HIV/AIDS oleh perilaku nakal kita. Lebih baik mencegah sejak dini,” sarannya.

Selain itu, Pemkab juga akan bekerja sama dengan ulama dan Kementrian Agama (Kemenag) Cianjur untuk menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS. Pasalnya para ulama masih menjadi panutan yang ucapannya diikuti oleh warga secara luas.

“Jadi melalui mereka, penyabaran HIV/AIDS juga akan ditekan. Paling penting kan bagimana caranya setia pada pasangan, tidak gonta-ganti, apalagi melakukan seks menyimpang. Kami harap Cianjur terbebas HIV/AIDS,” tandasnya. (isl)

Comments

comments