Wakil Dirut RSUD: Tak Ada Sistem Booking

0
271

CIANJUR, patas.id – Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar menegaskan tidak boleh ada sistem booking atau pesan tempat tidur di RSUD Cianjur. Pasalnya, hal itu akan menyulitkan warga terutama pasien yang menunggu untuk bisa dapat kamar.

Menurutnya, beberapa laporan terkait dugaan booking tempat tidur di RSUD sempat masuk. Bahkan dalam Forum Diskusi Pancaniti yang digelar beberapa waktu lalu, salah seorang peserta diskusi menyatakan masih adanya temuan booking tempat di RSUD Cianjur.

“Saya setuju agar tidak ada yang namanya booking kasur. Memang dari beberapa laporan adanya di RSUD Cianjur, sementara di Pagelaran dan Cimacan tidak ada.”

Menurutnya, sistem booking akan merugikan pasien, sebab mereka harus menunggu untuk bisa mendapatkan kamar. “Kalau di IGD terus kan tidak baik, makanya sistem booking jangan ada. Kasihan mereka yang sudah antre harus tersalip. Makanya berjalan secara apa adanya,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSUD Cianjur, Tiurma Hutapea, mengatakan, pihaknya membantah isu terkait booking atau pemesanan kasur di RSUD. “Tidak ada sistem booking, itu hanya salah persepsi,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurutnya, kasur kosong yang ada di ruangan dianggap telah di-booking itu merupakan tempat tidur untuk pasien yang menjalani operasi. Setelah ditentukan jadwal operasi, biasanya pasien datang sehari sebelumnya untuk persiapan.

“Jadi salah persepsi saja. Kan ketika seharusnya datang sehari sebelum operasi, ada yang datang beberapa jam sebelumnya. Sehingga terlihat kasur itu kosong, meskipun petugas kami menyatakan sudah penuh, dan memang penuh karena itu untuk pasien yang operasi.”

Tiurma menambahkan, kasur itupun disediakan bagi pasien setelah operasi, jika tidak maka pasien yang menjalani operasi akan terlantar. “Jadi kan dilihat juga kebutuhannya. Kalau tidak disediakan tempat sebelumnya, yang dioperasi ini akan terlantar. Dan jika memang kosong, kami tidak akan menutupinya, pasti langsung dibawa ke kamar. Tidak ada yang membooking, apalagi harus bayar agar bisa dapat tempat tidur.”

Di sisi lain, lanjut dia, daya tampung RSUD Cianjur juga terbatas, sementara pasien yang datang begitu banyak. “Hanya ada sekitar 400 tempat tidur, semenatara kebutuhan sangat banyak. Jadi harus bisa bersabar, kalaupun memang darurat pasti diutamakan,” kata dia.

Dia memastikan, pelayanan di RSUD pun akan ditingkatkan, bahkan di hari libur nasional pasien tidak akan dibiarkan terbengkalai. “Seperti hari ini, semuanya berjalan seperti biasa. Petugas dengan jumlah normal, kecuali poliklinik yang tutup. Tapi besok, sudah berjalan normal lagi,” katanya. (isl)

Comments

comments