Depresi? Sulit Berkonsentrasi? Hiruplah Wangi Lemon!

0
320

PATAS.ID – Asal mula buah lemon tidak diketahui dengan pasti. Sebagian sejarawan berpendapat bahwa buah berwarna kuning cerah ini berasal dari Assam (India), Birma selatan, atau Cina. Buah ini konon merupakan buah hibrida, perpaduan jeruk asam dan sitrun.

Lemon memasuki Eropa melalui wilayah selatan Italia sekitar abad pertama, pada jaman Romawi Kuno. Namun buah ini tidak dibudidayakan di sana. Baru setelah diperkenalkan ke wilayah Persia dan Mesir pada tahun 700-an, budidaya lemon berkembang. Dalam sebuah buku berbahasa Arab mengenai pertanian, terdapat cara pembudidayaan lemon. Bahkan saat itu, tanaman lemon mulai dipakai sebagai tanaman hias di taman-taman kerajaan Islam karena selain indah, juga dianggap bermanfaat. Melalui pedagang-pedagang Arab, lemon diperkenalkan ke seluruh dunia.

Lemon memang tanaman yang bermanfaat. Saat mencium bau lemon, kita bisa mendapatkan wangi yang terasa bersih. Itulah sebabnya banyak produk-produk kebersihan rumah tangga yang mengandalkan lemon sebagai unsur komersil dalam iklan-iklan. Selain itu, lemon juga dipakai dalam kosmetik serta beragam pengharum.

Namun, para pakar kesehatan mengetahui bahwa manfaat lemon bukan hanya sekedar kesan wangi tanpa bukti. Lemon telah berabad-abad digunakan dalam dunia medis tradisional untuk mengobati demam, sakit tenggorokan, serta batuk. Beragam hasil penelitian modern membuktikan bahwa sensasi bau lemon bisa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sel darah putih yang sangat berguna mencegah infeksi. Menghirup lemon bisa menurunkan tekanan darah. Selain itu, saripati lemon nisa meningkatkan daya serap mineral sehingga sangat baik bagi mereka yang tengah berdiet.

Khusus untuk terapi penciuman, lemon berguna sebagai antidepresan dan penambah daya konsentrasi. di Jepang, minyak lemon banyak disemprotkan melalui sistem sirkulasi udara di kantor dan pabrik-pabrik karena telah terbukti bisa meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, serta meminimalisir kesalahan kerja.

Para peneliti Jepang menyetujui langkah ini karena mereka telah membuktikan bahwa aroma lemon bisa menenangkan gelombang otak. Akibatnya, daya konsentrasi akan meningkat. Dalam sebuah survey yang dilakukan di sana, terbukti bahwa lemon yang disemprotkan melalui sirkulasi udara di sebuah kantor bisa mengurangi kesalahan pengoperasian komputer hingga 50%. Bagi para pejabat dan eksekutif perusahaan, lemon juga sangat berguna untuk menurunkan kadar emosi sehingga penghirupnya bisa lebih cermat mengambil keputusan.

Tim Jacob, salah seorang dosen dari Universitas Cardiff, Inggris, telah menghabiskan kariernya untuk meneliti psikofisiologi wewangian untuk terapi. Jacob sangat tertarik pada dampak wewangian pada psikologi manusia. Salah satu jenis aroma yang ditelitinya adalah  adalah aroma lemon.

“Aku sangat tertarik pada dampak wengangian terhadap kecemasan dan depresi, karena itu aku meneliti banyak jenis aroma. Lavender ternyata mengandung sejenis zat penenang bernama linalool, oleh karenanya lavender dianggap menenangkan. Wangi sitrus mengandung zat anti-depresi dan penambah konsentrasi, sementara wangi mint menambah semangat,” simpul Jacob.

 

Selain itu, Jacob juga menyatakan bahwa semakin lama dan semakin sering kita memcium wewangian yang berpengaruh positif pada tubuh, semakin baik pula hasilnya. (cho)

Comments

comments