Mengapa Garam Pink Himalaya Lebih Baik dari Garam Biasa

0
792
ID:74507854

PATAS.ID – Garam pink Himalaya adalah sejenis garam batu yang ditambang dari wilayah Punjab, Pakistan, di wilayah kaki Gunung Himalaya. Garam berwarna merah muda ini dianggap sebagai garam paling murni di dunia dan memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

Tubuh memang membutuhkan garam. Unsur utama dalam garam adalah sodium yang membantu gerak otot, keseimbangan cairan tubuh, mencegah tekanan darah rendah, mencegah resiko infeksi dan melindungi tubuh dari bakteri berbahaya. Penelitian juga mengungkapkan bahwa garam dapat berfungsi sebagai antidepresan.

Secara kimiawi, garam Himalaya mirip dengan garam biasa yang mengandung sodium klorida sebanyak 98%. Keunggulan garam pink Himalaya terletak pada kurang lebih 84 jenis mineral yang terkandung di dalamnya, yang serupa dengan mineral dalam tubuh seperti potasium, magnesium, dan kalsium, dan lain-lain. Kandungan mineral inilah yang membuat garam Himalaya berwarna pink. Selain itu, garam pink Himalaya tidak menyebabkan kecanduan.

Apakah garam biasa menyebabkan kecanduan? Ya. Dalam proses pembuatan garam pabrik, garam yang biasa ditambang tersebut biasanya kehilangan zat-zat alami di dalamnya, lalu dicampur dengan bahan-bahan anti lengket seperti sodium aluminosilikat atau magnesium karbonat. Meskipun bahan-bahan tersebut membuat garam jadi berbentuk butiran tabur halus yang indah dilihat dalam kemasan, namun bahan-bahan tersebut juga mengandung zat aditif.

Seiring dengan mulai tumbuhnya kesadaran akan produk-produk organik, popularitas garam pink Himalaya pun terus menanjak. Selain digunakan untuk konsumsi, garam pink juga laku keras sebagai produk kecantikan, terutama sebagai lulur. Konon, garam Himalaya juga sangat ampuh sebagai detoks, penambah libido, serta sebagai anti penuaan.

Di Indonesia, beberapa supermarket besar menjual garam pink Himalaya dalam berbagai kemasan, mulai tabur hingga lempengan. Garam ini juga dijual di toko-toko online dengan harga beragam, rata-rata Rp 70 ribu per kilo, lebih mahal dari garam biasa karena kualitasnya yang memang tiada dua. (cho)

 

 

 

Comments

comments