Komisi Kesehatan Minta Penambahan PNS

0
230

CIANJUR, patas.id – Komisi Kesehatan Kabupaten Cianjur mengharapkan adanya penambahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tenaga kesehatan, terlebih dengan adanya momentum alih kelola SMA/SMK dari daerah ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sepertiyang diketahui, pada 2017 mendatang, pengelolaan SMA dan SMK di Kabupaten Cianjur akan dipegang oleh Pemprov Jabar, mulai dari aset hingga guru. Sementara jumlah SMA/SMK berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur ialah 215 sekolah tingkat menengah yang terdiri dari 15 SMA negeri, 28 SMK negeri, 82 SMA swasta, dan 90 SMK swasta.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ‎Dinkes Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, mengatakan, adanya pengalihan tenaga pendidikan tersebut menyebabkan adanya kekosongan PNS di lingkungan Pemkab.

“Bagian yang kosong itu sebaiknya diisi oleh tenaga kesehatan. Pasalnya Cianjur masih kekurangan tenaga kesehatan.”

Menurut Irvan, jumlah tenaga kesehatan di setiap Puskesmas jauh dari cukup. Baru beberapa Puskesmas yang lengkap dari segi tenaga medis, sebab pengisian dokter spesialis dan perawat masih terkendala lantaran tak adanya lowongan PNS tenaga kesehatan.

“Termasuk di rumah sakit juga masih minim, padahal kebutuhan cukup tinggi. Apalagi jika ke depan RSUD Sindangbarang sudah selesai dibangun, perlu ada kesiapan dari tenaga kesehatannya.”

Selama ini, lanjut Irvab, kekosongan tenaga kesehatan diisi oleh para honorer. Status yang belum pasti itu membuat pelayanan kurang maksimal. “Yang namanya honorer tetap ada batasannya, tidak seperti PNS yang benar-benar terikat kerja dan etika,” ujarnya memaklumi.

Oleh karena itu, menurut Irvan, Pemkab diharapkan mengambil kebijakan untuk menambah tenaga PNS kesehatan. “Kalau bisa dokter spesialis 50 puluh, supaya tidak nanggung. Kami harapkan seperti itu, tapi kebijakan tetap ada di pimpinan (Bupati, red), kami hanya mengusulkan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments