Jenis dan Akurasi Tes Narkoba

0
235
Nurse collecting a blood from a patient

CIANJUR, patas.id – Narkoba sudah menyusup ke berbagai kalangan masyarakat. Tak heran jika kemudian tes narkoba dimasukkan ke dalam berbagai persyaratan administrasi, termasuk dalam Pilkada 2017 seperti disarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Secara spesific hari ini (28 November 2016) di Cianjur, puluhan pegawai Dinas Binamarga antre tes urine.

Tes narkoba adalah serangkaian analisis yang dilakukan terhadap spesimen tubuh seperti air kencing (urine), darah, nafas, keringat, rambut, atau air liur. Tujuan dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur zat-zat ilegal narkoba dalam tubuh. Rangkaian tes serupa juga biasanya dilakukan di kalangan atlet untuk mengetahui kadar steroid yang dilarang dalam pertandingan olah raga.

Namun seperti halnya tes-tes lain, tes narkoba pun bisa dicurangi, misalnya dengan jauh-jauh hari dibocorkan untuk memberi kesempatan kepada para pemakai agar bisa “membersihkan” sisa-sisa zat narkoba dari sistem metabolisme tubuh mereka.

Apa saja jenis-jenis tes narkoba dan tes apakah yang paling akurat dalam melacak keberadaan zat narkoba dalam tubuh?

  • Jefferson County Sheriff Deputy Kevin Schwindt tests a driver, whose face is illuminated by police car lights, to see if he is under the influence of drugs or alcohol, at a mobile Driving Under the Influence (DUI) checkpoint in Golden, Colorado late April 12, 2008. The police set up the checkpoints in areas that traditionally have high incidences of drunk driving arrests. REUTERS/Rick Wilking (UNITED STATES) - RTR1ZGM0

    Tes Nafas. Tes nafas biasanya dilakukan untuk mengetahui jumlah kadar alkohol dalam tubuh. Tes dilakukan dengan cara menghembuskan nafas ke dalam detektor alkohol (breathalyzer) selama enam detik. Sopir kendaraan yang dicurigai berada dalam keadaan mabuk saat mengemudi biasanya diharuskan mengikuti tes ini. Sebagai tes tambahan, polisi patroli kadang meminta tersangka mabuk untuk berjalan menyusuri garis lurus yang sengaja dibuat untuk mengetahui oleng atau tidaknya pengemudi bersangkutan.

  • Tes Air Liur. Tes air liur atau biasa disebut tes oral biasanya dilakukan untuk mendeteksi konsumsi alkohol atau narkoba. Mereka yang mengonsumsi alkohol 6-12 jam sebelum tes oral bisa ketahuan, demikian juga dengan konsumsi ganjan sehari sebelumnya. Namun meski efektif, tes oral tidak disarankan karena dalam air liur
    bisa terkandung penyakit sehingga pelaksanaan tesnya harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
  • Tes Urine. Tes urine adalah tes yang paling umum dilakukan karena biayanya murah. Tes ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sampel air kencing dalam tabung kecil yang kemudian disegel untuk diperiksa. Namun tes ini paling gampang dicurangi dan hasilnya tak terlalu akurat, terutama dalam mendeteksi unsur kokain dalam tubuh.
  • Tes Keringat. Tes ini dilakukan dengan cara menempelkan semacam koyo (sweat patches) selama 14 hari untuk menyerap keringat yang dihasilkan tubuh. Tes ini biasanya dilakukan oleh badan perlindungan anak atau lembaga pemerintah untuk mengetahui kadar narkoba jangka panjang. Setelah 14 hari menempel di kulit, koyo dilepas untuk
    diperiksa. Tes serupa bisa dilakukan dengan cara memeriksa keringat secara langsung (bukan 14 hari) namun akurasinya diragukan karena tes semacam ini tidak bisa mendeteksi narkoba jenis tertentu.
  • Tes Darah. Tes darah adalah salah satu jenis tes narkoba yang direkomendasikan karena akurasinya dapat dipercaya. Tes dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari tubuh untuk diperiksa. Tes ini terhitung mahal karena peralatannya khusus dan harus dilakukan oleh ahli, namun bisa dijadikan bukti kuat di pengadilan. Khusus mariyuana (ganja), tes ini bisa mendeteksi konsumsi sebulan sebelumnya.
  • Tes Rambut. Tes rambut kini menjadi acuan internasional dalam mendeteksi keberadaan zat ilegal dalam tubuh. Pengadilan tinggi di Amerika, Inggris dan Perancis secara resmi mengakui akurasi tes rambut karena hasilnya sangat sulit direkayasa dan bisa mendeteksi zat narkoba jenis terbaru seperti Mephedrone. Tes rambut dilakukan dengan cara menggunting rambut sepanjang 2-3 sentimeter untuk diperiksa. Jika botak, sampel rambut bisa diambil dari bulu ketiak, bulu betis, dan lain sebagainya. (cho)

Comments

comments