Obat Radang Sendi Bisa Mengobati Kebotakan

0
294

PATAS.ID – Meskipun beberapa kali dianggap hanya sebagai sebuah kebetulan, namun semakin banyak hasil riset yang menunjukkan bahwa obat sendi tertentu, selain menyembuhkan radang sendi patah, juga berhasil menyembuhkan kerontokan dan kebotakan rambut.

Obat sendi yang bermerek Xeljanz (tofacitinib sitrat) sebenarnya merupakan pilihan pengobatan oral untuk pasien Rheumatoid Arthritis (RA) atau jenis peradangan sendi kronis yang biasanya terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh, seperti tangan, pergelangan tangan, atau lutut. Obat ini dikhususkan bagi penderita RA aktif tingkat sedang sampai parah yang tidak dapat diobati atau tidak toleran terhadap methotrexate (MTX). Namun ternyata obat ini juga mampu menyembuhkan alopecia areata atau penyakit otoimun yang menyebabkan kerontokan dan kebotakan rambut dengan cara menghentikan sistem imun agar berhenti menyerang akar rambut.

Menurut sebuah hasil studi yang dirilis September lalu, lebih dari 50% dari 66 pasien yang mengkonsumsi Xeljanz mengalami pertumbuhan rambut. Dari sekian puluh orang yang rambutnya tumbuh kembali, sepertiganya mengalami pertumbuhan lebat.

Dr. Brett King, asisten profesor dermatologi di Yale School of Medicine (New Haven, Connecticut) yang juga merupakan kepala riset, mengatakann bahwa timnya menemukan bahwa mereka juga menemukan gen yang bisa menentukan keberhasilan pertumbuhan rambut ini.

“Bisa dibilang jika kita mengobati penyakit seorang pasien RA dalam jangka panjang, maka bisa dipastikan rambut-rambutnya tumbuh subur kembali.”

Riset yang dilakukan sebelumnya di tempat yang berbeda juga menunjukkan hasil yang sama. Berdasarkan laporan Live Science, http://www.livescience.com/56873-hair-loss-reversal-arthritis-drug.html Dua orang pasien lelaki dan perempuan penderita alopecia universalis telah mencoba berbagai obat untuk menumbuhkan rambut mereka. Kedua pasien itu kemudian Xeljanz setiap hari selama dua bulan dan hasilnya, rambut di kepala, ketiak, dan alis mereka tumbuh kembali. Percobaan tersebut dilakukan di RS Albert Einstein Hospital di Sao Paulo, Brasil. Para peneliti di sana menyebutkan bahwa sejauh ini tak ada efek samping yang diketahui. Kedua pasien tersebut dipantau selama 9 bulan dan kondisi mereka baik-baik saja.

Kebotakan sebenarnya bukan penyakit yang membahayakan nyawa manusia. Namun menurut Dr. Doris Day, seorang dermatologis di RS Lenox Hill, New York, kebotakan harus dicari obatnya karena memiliki dampak mental negatif terhadap penderita. “Kebotakan bisa mempengaruhi rasa percaya diri seseorang,” ujarnya, “Aku punya beberapa pasien yang ingin bunuh diri hanya karena kehilangan rambut mereka.” (cho)

Comments

comments