Rumah Penderita Hidrosefalus Tak Jauh Dari Wabup

0
234

CIANJUR, patas.id – Kondisi ekonomi yang terbilang pas-pasan, membuat Nina (30 tahun) tak bisa segera membawa anaknya ke Rumah Sakit. Penghasilan sang suami, Aan Zakaria (23 tahun) yang hanya bekerja serabutan membuat uang yang didapat sebatas cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Sehari paling dapat Rp 50 ribu, kadang dapat Rp 100 ribu. Itu juga kalau ada borongan,” ujar Nina menerangkan profesi suaminya yang bekerja sebagai sopir pengganti angkutan umum 011.

Menurut Nina, ‎uang itu digunakan untuk keperluan selama dua hari, sebab suaminya narik angkum dua hari sekali. “Jadi seharian narik, besoknya di rumah. Uang hasil narik dipakai buat dua hari,” kata dia.

Hal itu juga yang membuat dia belum mampu membawa anaknya ke rumah sakit‎. Rumahnya kini pun hanya ngontrak, dengan ruang yang begitu sempit. Kamar mandinya juga terbuka, sebatas dihalangi papan agar tak nampak dari luar. Padahal rumah Nina dan Aan tak jauh dari kediaman Herman Suherman, Wakil bupati Cianjur di Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang.

“Sekarang mah saya hanya berharap ada bantuan, mau berobat tidak mampu‎. Kalau tidak ada harapan lagi mungkin pasrah gimana Allah.”

Seperti diberitakan sebelumnya, anak Nina dan Aan yang bernama Rafael Id Zakaria, adalah penderita penyakit hidrosefalus, penyakit yang menyerang organ otak. Penderita hidrosefalus mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak. (isl)

Comments

comments