Penderita Hidrosefalus Cugenang Terlambat Dioperasi

0
193

CIANJUR, patas.id – Nina (30 tahun) hanya bisa meneteskan air mata sambil memeluk dan mengelus anaknya, Rafael Id Zakaria, yang terbaring ‎lemas di atas kasur. Penyakit Hidrosefalus yang diderita anaknya yang berusia empat bulan itu mebuat kondisinya begitu memprihatinkan.

Tubuh Rafael terus mengecil sementara kepalanya terus membesar lantaran cairan di kepalanya yang bertambah. Nina mengaku tak berani ia mengangkat bayinya itu lantaran kerap meringis kesakitan jika digendong‎.

‎Anak dari pasangan Nina dan Aan Zakaria (23 tahun) warga Kampung Munjul RT 01 RW 06 Desa Gasol kecamatan Cugenang itu mulai nampak mengalami kelainan pada kepala sejak awal Oktober 2016.

Menurut Nina, anak pertama dari pernikahan keduanya itu awalnya mengalami panas tinggi selama tiga hari. Setelah dibawa ke mantri setempat, Rafael disarankan untuk dibawah ke RS Hasan sadikin lantaran mengalami gejala Hidrosefalus.

“Awalnya tidak percaya, karena tidak ada tanda-tandanya. Setelah itu dibawa ke dokter anak di Selakopi, ternyata hasilnya sama‎, harus dibawa ke Bandung untuk dioperasi.”

Nina pun disarankan untuk membuat kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) supaya biayanya ditanggung pemerintah, sebab operasi tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. “Nominalnya tidak disebut, tapi katanya puluhan juta, jadi mending buat ‎Jamkesmas.”

Tetapi pembuatan jamkesmas itu terkendala Kartu Keluarga, sebab Nina belum membuat kartu keluarga baru di domisilinya saat ini. “Saya pindahan dari Sindangbarang, ikut suami ke sini. Baru kemarin beres perpindahan karena berat di ongkos. Sekarang sedang diproses KK, tapi belum jelas kapan selesai,” keluhnya seraya menambahkan bahwa Rafael seharusnya segera dibawa ke Bandung untuk dioperasi, sebab batas waktunya sudah terlewat jauh.

“Kata dokter, harus dibawa ke Bandung sepuluh hari setelah diperiksa. Waktu awal periksa itu 3 Oktober, jadi sekarang sudah kelewat hampir sebulan.”

Menurut Nina, pemerintah desa juga sudah diberitahu terkait kondisi anaknya. Namun, pihak desa baru menyatakan akan diusahakan. ‎”Bilangnya hanya gitu, tidak tahu akan beri bantuan atau tidak. Saya mah pasrah aja ke Allah gimana nantinya,” tuturnya sembari menangis meliht kondisi anaknya itu. (isl)

Comments

comments