PMI Mempersempit Celah Transaksi Jual-Beli Darah

0
264

CIANJUR – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Cianjur memastikan tidak ada transaksi jual-beli darah di Cianjur. Sejumlah upaya mempersempit celah terjadinya transasksi oleh calo atau oknum pun telah dilakukan.

Kepala UDD PMI Kabupaten Cianjur, Sanny Sanjaya, mengatakan bahwa pada dasarnya darah itu gratis, tidak diperjualbelikan. Namun untuk pengolahan termasuk labunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bahkan dari total biaya 425 ribu rupiah per labu, pemohon atau pasien hanya perlu mengganti 360 ribu rupiah.

“Sebetulnya kami bisa dikatakan rugi, tapi ini kan masalah sosial dan kemanusiaan. Biaya dari kami segitu, entah kalau sudah masuk rumah sakit. Mungkin ada perhitungan sendiri. Yang jelas darahnya tidak dijualbelikan dan kami juga mendorong agar tidak ada onkum yang memainkan harga,” ujar Sanny saat ditemui di kantornya, Jumat (16 september).

Sanny menuturkan, apabila pihak keluarga pasien mendapatkan informasi stok darah di rumah sakit habis, mereka bisa langsung mengecek ke UDD PMI Kabupaten Cianjur atau bisa langsung melihat di website. Dengan begitu, apa yang dituturkan perawat di RSUD bisa diselaraskan dengan kondisi sebenarnya.

“Bisa menilai sendiri apakah benar atau tidak. Ini juga upaya menekan keberadaan calo atau oknum yang menjualbelikan darah. Sebab menjadi beban moral bagi kami jika hal tersebut terjadi.”

Namun menurut Sanny, praktek tersebut belum terjadi di Cianjur dan pihaknya akan mengupayakan agar tidak terjadi. “Jangan sampai terjadi, darah itu kebutuhan, jangan dijadikan lahan untuk mencari keuntungan pribadi,” tandasnya. (isl)

Comments

comments