Wikileaks Bocorkan Dokumen CIA: TV Samsung Dipasangi Penyadap

0
271

PATAS.ID – Agen inteligen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) mendapat malu setelah WikiLeaks membocorkan dokumen mengenai penyadapan yang mereka lakukan terhadap ponsel, aplikasi komunikasi, serta perangkat elektronik lainnya, Selasa (7 Maret 2017). Dokumen tersebut dikirimkan WikiLeaks kepada surat kabar Der Spiegel di Jerman serta La Repubblica di Italia.

Dokumen bocor yang diberi nama “Vault 7” oleh WikiLeaks tersebut berisi sekitar 9.000 dokumen rahasia 2013-2016 yang secara umum berfokus pada macam-macam teknik penyadapan, serta kerja sama yang dilakukan CIA dengan pihak inteligen Inggris, termasuk teknik mengubah TV cerdas menjadi perangkat penyadap. Kebocoran ini membuat publik sekali lagi mempertanyakan kemampuan CIA untuk mengamankan dokumen digital.

Sebelumnya, WikiLeaks juga membocorkan e-mail milik ketua tim sukses Hillary Clinton yang sedikit banyak membuat calon presiden dari Partai Demokrat tersebut kalah dalam Pilpres Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Menurut pendiri WikiLeaks, Julian Assange, selain 9.000 dokumen tersebut, masih ada ribuan dokumen lain yang belum dipublikasikan.

Dalam dokumen tersebut, WikiLeaks menghitamkan nama pengirim dan penerima, serta tidak menyebutkan sumber pasti. Namun menurut Assange, dokumen tersebut menyebar di kalangan hackers/peretas yang bekertja untuk pemerintah AS dan kontraktor perusahaan. Salah satunya kemudian menyodorkan dokumen tersebut pada WikiLeaks.

“Dari sudut pandang politis, hukum, dan forensik, isi dokumen ini luar biasa.”

Isi dokumen yang dimaksud mencakup praktek-praktek yang dilakukan peretas CIA atas ponsel dan komputer, keberadaan markas kedua Badan Inteligensi Cyber CIA di Frankfurt (Jerman) yang mengurusi masalah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, serta adanya program bernama “Weeping Angel” yang mendeskripsikan prosedur meretas TV cerdas Samsung F8000 yang berada dalam kondisi mati agar bisa menjadi alat penyadap.

Dalam konferensi pers mengenai program “Weeping Angel”, WikiLeaks memaparkan bahwa peretasan terhadap TV Samsung tersebut merupakan program kerjasama antara Amerika dan Inggris.

“Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Agen MI5/BTSS Inggris. Setelah diretas, Weeping Angel akan menyimpan mode ‘Mati Palsu’ atau ‘Fake Off’ pada TV, sehingga pemilik mengira TV berada dalam keadaan mati, padahal sebenarnya hidup. Mode ‘Fake Off’ ini berperan sebagai bug yang merekam pembicaraan dalam ruangan dan mengirimnya melakui koneksi internet langsung ke server CIA.”

Saat dikonfirmasi mengenai program “Weeping Angel” sehubungan dengan lemahnya perlindungan konsumen, Sekretaris White House, Sean Spicer, mengatakan bahwa dirinya belum bisa berkomentar. “Saya takkan berkomentar soal itu. Masalah tersebut belum sepenuhnya dievaluasi,” ujarnya.

Di pihak lain, organisasi sayap kanan Privacy International dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama mewanti-wanti publik akan kelihaian dan kelicinan CIA dalam urusan penyadapan. “Kurangnya proteksi keamanan dalam perangkat cerdas kita semakin memudahkan pemerintah mengakses kehidupan pribadi warga.” (cho)

Comments

comments