Panas! Malaysia dan Korea Utara Saling Sandera Warga!

0
238

MALAYSIA, patas.id – Setelah Korea Utara melarang warga negara Malaysia untuk keluar dari Korea Utara, giliran Malaysia yang melarang warga negara Korea Utara meninggalkan Malaysia.

Saling sandera warga negara tersebut menyusul terjadinya pembunuhan atas Kim Jong-nam, saudara seayah pimpinan Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur bulan lalu. Penyebab kematian Kim Jong-nam adalah akibat paparan senjata kimia VX yang berbahaya, demikian hasil laporan investigasi aparat kepolisian Malaysia.

BACA: Senyawa Kimia Senjata Pembunuh Massal Ditemukan di Wajah Kim Jong-nam

Sesaat setelah pembunuhan terjadi, Korea Utara menuduh Malaysia bekerja sama dengan Korea Selatan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam serta telah melanggar undang-undang internasional karena dengan sengaja melakukan otopsi atas tubuh pemilik paspor diplomatik tanpa ijin.

“Ini membuktikan bahwa Malaysia ingin mempolitisir keadaan dengan mengesampingkan undang-undang internasional dan moralitas sehingga wajar jika disebut tak memiliki itikad baik.”

Membalas tudingan tersebut, Malaysia mengatakan bahwa pihaknya mencurigai duta besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol, sengaja menghalang-halangi penyelidikan. Selain itu, Malaysia juga mencurigai 2 warga negara Korea Utara yang menjadi tersangka utama pembunuhan, tengah bersembunyi di kedutaan.

Dalam 3 hari terakhir, kedua pihak telah mengusir duta besar masing-masing negara secara tidak hormat, disusul pernyataan Pemerintah Korea Utara lewat Kementerian Luar Negeri yang melarang semua warga negara Malaysia yang berada di Korea Utara untuk meninggalkan negara tersebut hingga kasus pembunuhan Kim Jong-nam terungkap. Menurut data, terdapat 11 warga Malaysia yang berada di Korea Utara, termasuk tiga staf Kedutaan Besar, enam anggota keluarga dan dua orang lainnya.

Selasa (7 Maret 2017), Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyatakan bahwa tindakan penyanderaan Korea Utara tersebut menjijikkan dan melanggar undang-undang internasional. Namun, Najib juga memukul balik dengan menyatakan bahwa dirinya telah memerintahkan polisi Malaysia untuk juga menahan ratusan mahasiswa dan pekerja Korea Utara di Malaysia agar tak bisa pulang. (cho)

Comments

comments