Foto Pemerintah Swedia Sengaja Mengolok-olok Amerika?

0
252

SWEDIA, patas.id – Donald Trump memang menuai kontroversi. Entah disukai atau dibenci, setiap gerak-gerik dan kebijakannya menjadi sorotan dunia luar, termasuk saat mengunggah foto penandatanganan kebijakan anti aborsi.

Pada Senin (23 Januari 2017) lalu, Donald Trump menandatangani kebijakan pemberhentian bantuan anggaran bagi Organisasi Non-Pemerintah (NGO) Amerika Serikat yang pro aborsi. Penandatanganan kebijakan yang diberi nama Mexico City Policy tersebut dilakukan Donald Trump di Gedung Putih, dikelilingi staf yang semuanya berjenis kelamin lelaki.

Kebijakan serupa pernah dilakukan pada masa pemerintahan Ronald Reagan, namun diperlunak oleh pemerintahan Barrack Obama pada 2009. Barrack Obama juga melarang layanan aborsi di Amerika Serikat, namun NGO pro-aborsi masih menerima bantuan keuangan pemerintah melalui program pemberian kontrasepsi serta perawatan pasca aborsi. Sekarang, di masa pemerintahan Trump, NGO tersebut sama sekali takkan mendapat bantuan, bahkan untuk program keluarga berencana.

Mexico City Policy menuai kontroversi dan protes. Meskipun Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer, menuturkan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Trump adalah seorang pro life atau berpihak pada hidup (janin, red), namun banyak organisasi perempuan yang gerah. Marie Stopes dari NGO Marjorie Newman-Williams misalnya, mengatakan bahwa kebijakan Trump tersebut bisa mengakibatkan munculnya 6,5 juta kehamilan tak dikehendaki (misalnya akibat perkosaan) bahkan berpotensi mengakibatkan 21.700 kasus kematian ibu karena janin tak sehat harus terus dikandung.

Namun, bukan hanya kebijakan Trump saja yang diprotes. Foto penandatangan Mexico City Policy yang didominasi lelaki pun rupanya menjadi cibiran. Kaum feminis menganggap foto tersebut memperlihatkan betapa kebijakan yang berhubungan dengan perempuan justru diputuskan oleh kaum lelaki. Foto tersebut dianggap mewakili dunia yang patriarkis.

Mungkin itulah sebabnya banyak yang menganggap bahwa foto yang diunggah Wakil perdana Menteri Swedia, Isabella Lövin, sebagai ejekan atau olok-olok bagi Trump dan Amerika Serikat. Hari Jum’at (3 Januari 2017) sore, Lövin menandatangani rekomendasi undang-undang mengenai iklim yang akan mewajibkan seluruh pemerintah di dunia untuk mengurangi pengeluaran emisi gas hingga angka nol pada tahun 2045.

Foto yang diunggah Lövin dalam akun Twitter-nya tersebut memperlihatkan dirinya tengah menandatangani surat rekomendasi dikelilingi oleh staf yang seluruhnya perempuan. Foto tersebut, seperti halnya foto Trump, kemudian menjadi viral di media sosial hari ini dan dielu-elukan kaum feminis yang menganggap kebijakan Lövin untuk mengurangi emisi gas jauh lebih penting ketimbang kebijakan Trump untuk mengurangi anggaran kesehatan bagi perempuan.

Apakah itu sebuah kesengajaan sebagai konter atau protes terhadap foto Trump yang didominasi laki-laki? Dilansir Agence France-Presse (AFP), Lövin dengan santai menjawab, “Kami adalah pemerintah yang berpihak pada perempuan, seperti terlihat pada foto. Apapun interpretasinya, saya serahkan pada Anda.” (cho)

 

Comments

comments