Kasihan, Inggris Krisis Selada…

0
327

INGGRIS, patas.id – Para pecinta satur-sayuran dan kaum vegetarian di Inggris tengah berduka. Pasalnya stok sayur-sayuran terutama selada di toko dan supermarket di negara tersebut berkurang drastis akibat musim dingin ekstrim yang melanda Eropa selatan.

Dalam seminggu terakhir, berbagai pusat perbelanjaan di Inggris terpaksa membatasi pembelian sayuran terkait kurangnya stok. Supermarket Tesco, yang merupakan jaringan supermarket terbesar di sana, hanya memperbolehkan pembeli membeli maksimal 3 ikat selada per pengunjung.

Morrisons, jaringan supermarket saingan Tesco, bahkan membatasi pembelian selada hingga 2 ikat per pengunjung. Pembatasan dilakukan di 492 toko Morrisons di seluruh negeri. Demikian juga dengan jaringan supermarket Sainsbury. Ketersediaan selada di toko bahkan diumumkan dalam website Sainsburry dan Tesco karena banyak pengunjung yang kecewa tidak kebagian.

Krisis sayuran dimulai dengan berkurangnya terong serta zucchini (mentimun Jepang) pada bulan lalu, disusul brokoli, kol, paprika, kemudian selada minggu ini. Semakin lama, stok sayuran di toko semakin sedikit. Para pakar ekonomi memperkirakan jika musim dingin masih berlanjut dalam beberapa minggu ke depan, diperkirakan harga sayur akan meroket hingga bulan April.

Konsumen sayur di Inggris pun mulai gelisah. Di Twitter, hashtag #lettucecrisis dan #courgettecrisis bertebaran. Salah satunya adalah pemilik akun Twitter Gina Sherpa yang mengeluhkan harga £1,19 atau sekitar Rp 20 ribu untuk seikat selada.

Pakar ekonomi retail Inggris, Steve Dresser, mengungkapkan bahwa berkurangnya suplai sayur-sayuran terutama selada adalah akibat buruknya cuaca di Spanyol. Untuk diketahui, Spanyol adalah pemasok sayur-sayuran terbesar bagi Inggris. Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara jaringan supermarket Morrisons.

Dilansir Daily Mail,  juru bicara Morrison mengungkapkan bahwa pihaknya dengan berat hati terpaksa memberlakukan pembatasan pembelian. “Ini merupakan dampak memburuknya cuaca dan kegagalan panen sayur di Spanyol akibat musim dingin yang ekstrim. Kami tak punya stok banyak untuk dijual pada pelanggan,” keluhnya. (cho)

Comments

comments