Apa Reaksi Pemimpin Dunia Atas Pelantikan Trump?

0
240


AMERIKA SERIKAT
, patas.id – Pelantikan presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jum’at (20 Januari  2017) kemarin, mengundang berbagai reaksi dari para pemimpin dunia melalui berbagai akun media sosial resmi yang mereka miliki. Presiden Meksiko, negara yang berbatasan langsung dengan Amerika, menyampaikan ucapan selamat lewat serangkaian tweet.

“Kita akan bekerja sama memperkuat hubungan dengan pembagian tanggung jawab,” ungkap Presiden Enrique Pena Nieto.”Kita akan mengadakan dialog dengan pemerintahan @realDonaldTrump agar menguntungkan Meksiko,” lanjutnya.

“Kedaulatan, keuntungan negaram dan perlindungan warga negara Meksiko akan menjadi arah hubungan kita dengan administrasi Amerika Serikat yang baru.”

Dari Vatikan, pusat pemerintahan gereja Katholik, Paus Francis juga memberikan ucapan selamat pada Donald Trump dan memintanya memperlihatkan keperdulian pada warga miskin, mereka yang terbuang, serta mereka yang membutuhkan, yang “berdiri di depan pintu kita”. Francis juga mendoakan agar kebijakan-kebijakan Trump dibimbing oleh “nilai etis dan keagamaan”, seperti yang selama ini menjadi ciri khas Amerika.

Di Rusia, janji Trump untuk memperbaiki hubungan dengan Moskow membuat elit politik Rusia berbsar hati. “Kami siap berbagi tugas untuk meningkatkan hubungan ini,” ujar Perdana Menteri Dmitry Medvedev lewat akun Facebook-nya.

Dari event World Economic Forum yang masih berlangsung di kota Davos, Swiss, Wakil Perdana Menteri Rusia Igor Shuvalov menyampaikan harapan agar Trump bersedia bekerja sama dengan Presiden Vladimir Putin dalam menyelesaikan krisis Ukraina dan masalah-masalah lainnya. Meski begitu, Shuvalov mewanti-wanti agar kedua belah pihak tidak terlalu berharap banyak. “Kesulitan masih akan tetap ada,” tambahnya.

Presiden Vladimir Putin sendiri tak berkomentar mengenai pelantikan Trump. Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov, mengatakan kecil kemungkinan Putin menonton siaran langsung pelantikan, meski pasti akan membaca beritanya besok dalam koran. “Donald Trump bukan belahan jiwa kami,” ujar Peskov.

Pendapat Peskov tersebut terkesan dingin, jauh berbeda dengan pernyataan-pernyataan Putin yang hangat semasa masa kampanye Trump. Saat itu, Putin mengatakan bahwa Rusia menyambut baik niat Donald Trump untuk memperbaiki hubungan mereka. “Trump adalah lelaki yang berbakat dan penuh nuansa,” ujar Putin saat itu. “Bagaimana mungkin kami tak menyambut uluran tangannya?”

Sementara itu dari Inggris, Sekretaris LuarNegeri Boris Johnson menyampaikan ucapan selamat terhangat bagi Trump. “Aku tahu bahwa miliaran otang menginginkan Trump sukses menghadapai berbagai tantangan dalam bulan dan tahun-tahun mendatang. Kami di Inggris akan ikut membantu menciptakan stabilitas, kemakmuran, dan keamanan dunia dengan Presiden Donald Trump.”

Perdana Menteri Jepang –salah satu sekutu terdekat Amerika Serikat, memberikan selamat sekaligus memngungkapkan niat baiknya untuk memperkuat hubungan erat antara kedua negara. Perana Menteri Shinzo Abe juga mengaku jepang tak sabar ingin segera mengadakan pertemuan dengan Trump, yang rencananya akan berlangsung akhir Januari nanti.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga mengungkapkan keinginannya untuk bekerja sama dengan Trump untuk mengembalikan kesejahteraan kelas menengah di perbatasan kedua negara, juga untuk menciptakan dunia yang lebih aman damai. “Bersama-sama, kita akan membangun ekonomi dimana kelas menengah dan para pekerja keras akan memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.”

Sementara itu reaksi dari Jerman, kongsi dagang terbesar Amerika Serikat, justru agak berbeda. Dalam wawancara dengan Zweites Deutsches Fernsehen (ZDF), Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel mengatakan bahwa perjalanan kedua negara mungkin sedikit tak mulus. “Kita mendengar nada-nada nasionalis yang tinggi di masyarakat. Sepertinya kita harus bersiap melewati perjalanan yang tak mulus.”

Gabriel menyatakan bahwa Eropa dan Jerman harus bersatu padu untuk menjaga kepentingan mereka bersama. Dia juga mengatakan bahwa Trump “”sangat serius” dalam pidatonya yang dalam pelantikan, yang artinya Trump akan segera melakukan aksi terkait janjinya mengenai perdagangan dan isu-isu lain.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan:

“Segala kebijakan terkait perdagangan, pajak, imigrasi, urusan luar negeri, akan dibuat agar menguntungkan pekerja dan keluarga Amerika. Kita harus melindungi perbatasan kita dari serangan negara lain yang telah membuat produk-produk kita, mencuri perusahaan kita, dan merebut pekerjaan kita. Perlindungan akan menciptakan kemakmuran dan kekuatan. Aku akan berjuang untuk kalian dengan setiap napas dalam tubuhku — dan aku tidak akan, takkan pernah mengecewakan kalian.”

 

Perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengucapkan selamat melalui akun Twitter-nya, menyebut Trump sebagai temannya. “Tak sabar ingin segera bekerja sama agar persekutuan antara Israel dan Amerika Serikat lebih kokoh dari sebelumnya,” ujar Netanyahu.

Menteri Luar Negeri Polandia, Witold Waszczykowski, mengungkapkan bahwa pihaknya menunggu kerjasama konstruktif antara kedua negara. Namun, Waszczykowski merasa khawatir jika kebijakan Trump yang pro Rusia bisa menyakiti kepentingan negaranya, sebab selama ini Polandia merasa diabaikan oleh presiden Amerika Serikat sebelumnya, Barack Obama.

Di wilayah Eropa Tengah dan Timur, pernyataan-pernyataan Trump sering membuat tak nyaman karena keinginan Trump untuk bersekutu dengan Rusia bisa mengorbankan kepentingan dan keamanan negara mereka. Terutama, mereka takut dengan angkatan bersenjata Rusia. Sementara itu Menteri uar Negeri Lithuania, Linas Linkevicius, menuturkan bahwa beberapa pernyataan Trump terdengar “membingungkan” namun pihaknya mengaku takkan cepat-cepat mengambil kesimpulan. (cho)

Comments

comments