Bangalore Terpilih Jadi Kota Paling Dinamis, Kalahkan Silicon Valley

0
282

BANGALURUpatas.id –   Kota Bangalore di India yang kini secara resmi telah berubah nama menjadi Bangaluru, terpilih sebagai Kota Paling Dinamis di Dunia versi organisasi Jones Lang LaSalle (JLL) yang setiap tahun mengeluarkan City Momentum Index. Indeks tersebut menjadi acuan keberhasilan sebuah kota dalam memenuhi 42 indikator yang disyaratkan.

Dinamiko Bengaluru bahkan jauh di atas Silicon Valley dan London, kota yang disebut-sebut paling canggih di dunia. Menurut Jeremy Kelly, Direktur Riset Global JLL, ke-42 indikator tesebut meliputi pertumbuhan sosio-ekonomi, peendapatan per kapita, investasi, ketersediaan tempat hunian, kualitas lingkungan dan pendidikan, dan berbagai indikator lain yang tak mudah diwujudkan.

“Sebuah kota yang dinamis harus mampu menyerap perubahan teknologi, mengakomodasi pertumbuhan penduduk, memperkuat konektivitas global, dan lain sebagainya. Kota-kota di India, Cina, dan Vietnam banyak yang masuk ke dalam daftar kami, menyusul kota-kota di Amerika Serikat dan benua Eropa.”

Sepuluh Kota Paling Dinamis di Dunia versi JLL tersebut adalah: 1. Bangaluru (India), 2. Ho Chi Minh City (Vietnam), 3. Silicon Valley (Amerika Serikat), 4. Shanghai (Cina), 5. Hyderabad (India), 6. London (Inggris), 7. Hanoi (Vietnam), 8. Austin (Amerika Serikat), 9. Boston (Amerika Serikat), 10. Nairobi (Kenya), 11. Dubai (Uni Emirat Arab), 12. Melbourne (Australia), 13. Pune (India), 14. New York (Amerika Serikat), 15. Beijing (Cina), 16. Sydney (Australia), 17. Chennai (India), 18. Paris (perancis), 19. Manila(Filipina), dan 20. Seattle (Amrtika Serikat).

Kekuatan Bangaluru terletak pada industri IT yang berpusat di kota tersebut. Raksasa IT seperti Amazon, Apple, dan Salesforce yang membuka kantor di sana menghidupkan jiwa wiraswasta penduduk lokal dan membuka lapangan perkerjaan. Sarana dan prasarana pun pesat dibangun. Sebelumnya, perusahaan lokal seperti Ola, Big Basket dan Quikr telah membuka kantornya di Bengaluru. Di pertengahan 2016, hanya ada 3% kantor yang kosong di kota tersebut.

Beberapa kota metropolitan lainnya dalam daftar JLL mungkin secara teknologi lebih canggih, namun secara lingkungan, infrastruktur dan campur tangan pemerintah lebih terbatas. San Francisco dan Hongkong terlempar dari 20 besar karena biaya hidup di kedua kota tersebut sangat mahal. Dalam indikator lingkungan, polusi asap yang menutupi Delhi dan Beijing pun membuat kedua kota tersebut turun peringkat.

 

Comments

comments