Kamerawati Penendang Imigran Dihukum 3 Tahun Penjara

0
223

HUNGARIA, patas.id – Kamerawati asal Hungaria, Petra Laszlo  yang tahun lalu terekam video telah menendang dan menjegal pengungsi yang tengah melarikan diri dari kejaran polisi, dinyatakan bersalah oleh hakim Illes Nanasi dari Pengadilan Kota Szeged, Hungaria, Jum’at (13 Januari 2107).

Akibat perbuatannya, Laszlo diganjar hukuman 3 tahun pernjara. Hakim berpendapat bahwa perbuatan Laszlo melanggar norma-norma sehingga menolak argumen yang disampaikan pengacara Laszlo. Di pengadilan kamerawati yang mengaku banyak mendapat ancaman dari media sosial itu tak henti menangis.

Peristiwa penendangan dan penjegalan yang dilakukan Laszlo terjadi pada tanggal 8 September 2015 di kota Roszke, perbatasan Serbia. Saat itu, ratusan pengungsi berhamburan menerobos garis polisi untuk mencari suaka. Termasuk ke dalam rombongan para pengungsi tersebut adalah orang tua dan anak-anak.

Peristiwa tersebut direkam oleh banyak media massa termasuk N1TV, stasiun televisi berbasis internet dimana Laszlo bekerja. Tak heran jika peristiwa penendangan dan penjegalan Laszlo terekam banyak kamera dan dilihat oleh banyak saksi mata. Dalam pembelaannya, Laszlo mengaku penendangan tersebut adalah upaya membela diri.

“Aku menoleh dan melihat ratusan orang berbondong-bondong berlari menuju ke arahku, membuatku ngeri.”

Namun dalam rekaman video, terlihat jelas bahwa kamerawati tersebut secara sengaja menendang seorang bocah perempuan yang lewat di depannya, bukan sebagai upaya membela diri. Tak hanya itu, Laszlo juga menjegal seorang lelaki yang tengah berlari menggendong putranya yang masih kecil sehingga jatuh tersungkur ke rumput.

Rekaman tersebut kemudian menjadi viral di media sosial. Kantor berita N1TV langsung memecat Laszlo tak lama setelah rekaman penendangan dan penjegalan bergulir. Di pengadilan, Laszlo sendiri mengaku sangat menyesali perbuatannya dan mengaku hidupnya jungkir balik setelah kejadian tersebut tersebar.

Sementara itu berdasar penelusuran, korban penjegalan Laszlo, yakni pengungsi Usama Mohsen dan anaknya Zayd (7 tahun), kini tinggal di Madrid dan menjadi pelatih sepakbola. (cho)

Comments

comments