Darah Dibayar Darah, 33 Tahanan Dibantai Geng PCC

0
244

RORAIMA, patas.id – Lima hari setelah pembantaian 60 tahanan di penjara Manaus, huru-hara kembali muncul di penjara Brasil. Pada Jum’at (6 Januari 2017) pukul 02.30 waktu setempat, sedikitnya 33 tahanan tewas dibunuh oleh anggota Geng asal Portugal, Primeiro Comando da Capital (PCC), di Penjara Monte Cristo-Boa Vista, Roraima, Brasil.

Media-media lokal di Roraima memuat foto-foto kekejaman geng PCC yang membuat bulu kuduk berdiri. Mayat-mayat dengan kondisi dimutilasi bertebaran di koridor ruang masuk penjara. Sebagian mayat tak berkepala, sebagian lagi sudah tak memiliki jantung dan usus.

Sekretaris Keamanan Negara Bagian Roraima, Uziel Castro, mengungkapkan bahwa pelaku pembantaian adalah geng PCC, organisasi kriminal terbesar di Brasil. “Ini merupakan krisis nasional,” ujarnya seraya menambahkan bahwa para korban bukanlah anggota Familia Do Norte (FDN), musuh abadi PCC, melainkan tahanan lain. “Jadi kami belum tahu motif pembantaian ini apa,” sambungnya.

Salah seorang pejabat dari Dinas Pemberantasan Narkoba Roraima, Francilene Vargas, juga mengungkapkan hal yang serupa. “Terlalu dini jika kita mengatakan ini perang antar geng narkoba. Namun, kami akan menyelidiki kaitan pembantaian ini dengan peristiwa di penjara Manaus.”

Penjara Monte Cristo dihuni oleh kurang lebih 1.500 tahanan. Saat pembantaian berlangsung, hanya ada 15 petugas yang berjaga malam sehingga tak mampu berbuat apa-apa selain menelepon meminta bantuan aparat terkait. Setelah Batalion Operasi Khusus dan Polisi Militer datang, huru-hara bisa diredam.

Pelaku pembantaian, geng PCC, merupakan organisasi kriminal paling berpengaruh di Brasil. Pada tahun 2012 aja, organisasi tersebut meraup keuntungan $ 32 juta atau sekitar Rp 427 miliar dari perdagangan narkoba saja. Saat ini, sekitar 13 ribu anggota geng PCC tersebar di seluruh Brasil, setengahnya menjadi tahanan di penjara Sao Paulo.

Meskipun pihak berwenang belum memastikan bahwa pembantaian ini merupakan aksi balas dendam atas pembantaian yang terjadi di Penjara Manaus, namun sebuah tulisan darah di lantai penjara Boa Vista bisa menjadi petunjuk, “PCC berkuasa di sini. darah dibayar darah.” (cho)

Comments

comments