Perang Geng Narkoba di Penjara, 60 Tewas

0
278

RIO DE JANEIRO, patas.id – Sebuah pembantaian untuk memperebutkan supremasi narkoba terjadi di penjara Manaus, Brasil,  menyebabkan sedikitnya 60 tahanan tewas dan lainnya luka-luka.

Kericuhan di penjara-penjara Brasil bukanlah sesuatu yang aneh. Namun apa yang terjadi di Penjara Manaus pada Senin (2 Januari 2017)  merupakan salah satu kericuhan paling berdarah dalam 10 tahun terakhir ini. Pihak berwajib menyatakan bahwa pembantaian tersebut terjadi di Penjara Manaus yang diisi oleh kurang lebih 1.200 tahanan. Jumlah tahanan tersebut besarnya 3 kali lipat lebih banyak dari jumlah penjaga yang hanya sekitar 400 orang.

Judge Luís Carlos Valois, salah seorang negosiator yang mengusahakan perdamaian dalam perang antar geng narkoba di penjara Manaus, mengatakan bahwa peristiwa tersebut sangat mengerikan.

“Saya tak pernah menyaksikan pemandangan seperti ini seumur hidup saya. Begitu banyak darah dan mayat bergelimpangan, sisa-sisa bagian tubuh hancur karena dilempar ke tembok. Kebanyakan korban dimutilasi.”

Perang antargeng narkoba tersebut berawal hari Minggu (1 Januari 2017) malam dan berlangsung selama 17 jam di jalanan Manaus, salah satu kota terbesar di tepian sungai Amazon. Manaus memang sering menjadi lokasi tempur bagi 2 geng penjara yang memperebutkan supremasi peredaran narkoba di Brasil.

Pihak berwajib mengatakan bahwa geng Familia do Norte (Keluarga Utara) yang mengoperasikan jaringan narkoba dari balik penjara Manaus, bertanggung jawab atas pembantaian yang terjadi. Lawan mereka adalah geng kuat asal Portugis, Primeiro Comando da Capital (PCC) yang beroperasi dari balik penjara Sao Paulo di sebelah tenggara Brasil.

Sergio Fontes, Kepala Keamanan Negara Bagian Amazon, menyatakan bahwa korban yang jatuh kebanyakan berasal dari geng PCC dan beberapa tahanan lain yang berada di tempat yang salah pada saat yang salah. Dalam perang antar geng narkoba tersebut, selain memutilasi lusinan anggota geng PCC, geng Familia do Norte juga menyandera puluhan tahanan lain serta 12 penjaga kontrak yang bertugas di penjara. Negosiator akhirnya berhasil membujuk geng Familia untuk melepaskan para tahanan setelah berhasil meyakinkan ketua geng Familia bahwa mereka takkan dilukai atau dipindahkan ke penjara lain.

Pakar keamanan di Brasil memperkirakan bahwa peristiwa yang lebih buruk kemungkinan besar terjadi karena geng PCC merupakan geng narkoba terkuat di Brasil yang memiliki banyak sekali anggota. Balas dendam dikhawatirkan akan dilancarkan PCC dan perang susulan akan meletus lebih brutal dan keji karena dikabarkan bahwa geng Familia do Norte telah bersekutu dengan geng Red Command yang sakit hati karena wilayahnya dikuasai geng PCC.

Selain banyaknya korban tewas, Penjara Manaus juga kehilangan 184 tahanan yang melarikan diri saat kericuhan. Sebanyak 40 tahanan berhasil ditangkap kembali hari Senin (2 Januari 2017) sore waktu setempat, namun 144 lainnya hingga sekarang masih belum ditemukan. (cho)

Comments

comments